Haul ke-101 Syaikhona Kholil Bangkalan, Perkuat Spirit Keilmuan dan Keteladanan Akhlak

Jurnalis: Khotibul Umam
Kabar Baru, Bangkalan – Peringatan Haul ke-101 Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan berlangsung khidmat dan penuh makna. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Makbaroh untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga sarat edukasi dan sosial.
Salah satu panitia sekaligus dzurriyah Syaikhona Kholil, Ra Hasbullah, menjelaskan bahwa rangkaian haul tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari layanan sosial hingga penguatan literasi keislaman.
“Di antaranya ada pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Selain itu, kami juga menghadirkan pameran karya Al-Qur’an tulisan tangan Syaikhona Kholil beserta tafsirnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, karya tulis tersebut menjadi bukti keilmuan tinggi Syaikhona Kholil yang diwariskan kepada generasi penerus. Bahkan dalam salah satu bagian tafsirnya, Syaikhona Kholil berpesan agar karya tersebut dikaji dan dikoreksi oleh para ulama serta pecinta Al-Qur’an.
“Beliau berharap karya ini terus dikaji oleh para tokoh dan pemerhati Al-Qur’an, sehingga nilai keilmuannya tetap hidup dan berkembang,” jelasnya.
Puncak acara haul digelar sejak waktu Magrib, diawali dengan pembacaan Rotib, dilanjutkan tahlil bersama, dan ditutup dengan penyampaian kalam ilmiah oleh Prof. Agus Munawar.
Ke depan, panitia berencana terus mengemas peringatan haul agar lebih menarik tanpa menghilangkan esensi utamanya. Selain tahlil, kegiatan akan diperkaya dengan kajian ilmiah serta publikasi karya-karya Syaikhona Kholil yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.
“Seperti saat satu abad haul tahun lalu, kami menghadirkan kajian khusus dan memperkenalkan karya beliau. Ke depan, itu akan terus kami kembangkan agar generasi muda mengenal sanad keilmuan beliau,” tambah Ra Hasbullah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Haji Khoirul Umam yang akrab disapa Haji Her turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa haul menjadi momentum refleksi bagi umat Islam.
“Haul ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia akan meninggal dunia. Yang kedua, bagaimana kita bisa meneladani akhlak beliau untuk kehidupan ke depan,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang diwariskan Syaikhona Kholil.
“Yang terpenting bagi generasi muda adalah meneladani akhlaknya. Sosok seperti beliau sangat sulit ditemukan di zaman sekarang,” tegasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

