Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KKN UNG Perkuat Ketahanan Pangan Desa Bulotalangi Timur Lewat Akuaponik

20260905_102730
Mahasiswa KKN UNG bersama masyarakat Desa Bulotalangi Timur melakukan praktik pembuatan instalasi akuaponik.

Jurnalis:

Kabar baru, Gorontalo– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui penerapan akuaponik dan hortikultura organik di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Program tersebut mengangkat tema “Implementasi Akuaponik dan Hortikultura Organik pada Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga dan Kesejahteraan Masyarakat.”

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa bersama perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum dimaksimalkan.

Program KKN tersebut berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rival Rahman, S.P., M.Si.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memperkenalkan sistem akuaponik sederhana yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem.

Air dari wadah pemeliharaan ikan yang mengandung nutrisi dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sementara itu, tanaman membantu menyaring air sehingga dapat kembali digunakan dalam sistem pemeliharaan ikan.

Selain akuaponik, mahasiswa juga mengenalkan konsep hortikultura organik dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal dan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan pangan yang lebih sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam proses budidaya.

DPL KKN UNG, Rival Rahman, mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong masyarakat agar melihat lahan pekarangan bukan hanya sebagai ruang kosong, tetapi sebagai sumber pangan yang dapat dikelola secara produktif. Akuaponik dan hortikultura organik menjadi alternatif teknologi yang relatif sederhana dan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat,” ungkap Rival.

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mahasiswa memberikan sosialisasi dan materi kepada masyarakat, dilanjutkan dengan demonstrasi, pembuatan instalasi akuaponik, penyiapan media tanam, penanaman tanaman hortikultura hingga pendampingan.

Mahasiswa KKN juga terlibat langsung bersama masyarakat dalam proses pembuatan instalasi akuaponik.

Instalasi dibuat menggunakan konsep sederhana dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan pemeliharaan sekaligus mengembangkan instalasi secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan program KKN.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, program tersebut juga memiliki potensi ekonomi.

Hasil budidaya berupa ikan dan sayuran dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Jika produksi berlebih, hasilnya dapat dijual sehingga berpeluang menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.

Rival mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami berharap program ini tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan KKN. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan, mengembangkan, dan bahkan menjadikan hasil budidaya sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga,” tambahnya.

Masyarakat Desa Bulotalangi Timur menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Praktik secara langsung memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan pangan. Kolaborasi mahasiswa, DPL dan masyarakat juga menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan lokal.

Melalui penerapan akuaponik dan hortikultura organik, mahasiswa KKN UNG berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bulotalangi Timur.

Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi melalui hasil budidaya.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi dan mahasiswa kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi yang sederhana, aplikatif, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Pekarangan Produktif, Keluarga Mandiri, Masyarakat Sejahtera,” program KKN UNG di Desa Bulotalangi Timur diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pangan keluarga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.***

 

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store