Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip Bersama Penyuluh Pertanian Dampingi Ibu-Ibu PKK Desa Bejaten Olah Limbah Jadi Pupuk Organik Cair

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Semarang – Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabelan dalam memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada Ibu-Ibu PKK Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pojok Literasi Siaga Tani dalam Pilar Nawasena Tani.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/8) di Mushola Dusun Krajan RT 04 tersebut diikuti oleh 28 peserta. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan organik di lingkungan sekitar sekaligus mempraktikkan langsung pembuatan POC.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program MENITI (Mentari Cendekia, Nawasena Tani, Titian Wirausaha) yang dikembangkan Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip bersama masyarakat Desa Bejaten. Pilar Nawasena Tani berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa menghadirkan Clarissa Febriyana Safitri, S.P., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Kecamatan Pabelan, sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengenalan POC, manfaat dan bahan yang dapat digunakan, tahapan pembuatan, serta cara penggunaan dan penyimpanannya.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan POC secara langsung dengan pendampingan narasumber dan tim pelaksana. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar dan penggunaannya untuk tanaman.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 80 persen peserta aktif menyampaikan pendapat, sementara seluruh peserta mampu mengikuti tahapan praktik dengan baik berdasarkan hasil observasi. Kegiatan tersebut juga menghasilkan dua produk POC sebagai hasil praktik bersama.
“Kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Penyuluh Pertanian Desa Bejaten, PPK Ormawa BEM FEB Universitas Diponegoro, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan langkah yang sangat baik dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama proses pelatihan berlangsung,” ujar Clarissa.
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk mendukung pertanian di Desa Bejaten.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat, tetapi juga didorong untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Semoga sinergi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan KWT dapat terus berlanjut melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan lainnya sehingga memberikan dampak nyata bagi kemajuan pertanian di Desa Bejaten,” lanjutnya.
Kegiatan Pembuatan Pupuk Organik Cair menjadi salah satu rangkaian Pilar Nawasena Tani dalam Program MENITI. Tim PPK Ormawa BEM FEB Undip berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat memanfaatkan bahan organik secara mandiri serta menerapkan praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penulis: Grace Alice Tiantya Putri
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
