LPPM UNG Pantau KKN-PK 2026 di 28 Desa Kabupaten Gorontalo

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar baru, Gorontalo– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program yang dijalankan mahasiswa berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
KKN-PK UNG tahun ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi bidang kesehatan dan kedokteran. Mereka ditempatkan di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Selama berada di lokasi, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan di bidang kesehatan dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat setempat.
Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program mahasiswa di lapangan.
Menurutnya, tim monev turut melihat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat, koordinasi dengan pemerintah desa, serta pendampingan yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
“Monitoring juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kendala yang ditemui selama pelaksanaan KKN-PK. Hasil temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melakukan penyesuaian dan penguatan program hingga kegiatan selesai,” ujar Rosbin.
Sementara itu, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menegaskan bahwa monev dilakukan bukan sekadar untuk memenuhi aspek administratif, tetapi memastikan program mahasiswa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“UNG ingin memastikan program yang dilaksanakan mahasiswa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berjalan dengan baik. Ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap program yang sudah berjalan maupun yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.
Ia menyebutkan, penempatan mahasiswa di 28 desa menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga membantu mahasiswa memahami bahwa persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek klinis, tetapi turut dipengaruhi faktor sosial, lingkungan, perilaku, keluarga, dan partisipasi masyarakat.
Melalui KKN-PK 2026, UNG berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di setiap desa penempatan. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman profesional bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
