Setiap Kemarau Warga Menunggu Tangki Air, Sampai Kapan?

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Musim kemarau kembali membawa persoalan tahunan bagi warga Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Krisis air bersih yang terus berulang menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu daerah paling rentan mengalami kekeringan setiap musim kemarau.
Kondisi ini dinilai tidak bisa terus diselesaikan hanya dengan penyaluran bantuan air bersih. Diperlukan langkah konkret dan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak lagi bergantung pada distribusi air setiap tahun.
Sebagai upaya membantu warga terdampak, Koramil 1902/Plered Kodim 0619/Purwakarta bersama Pemerintah Desa Batutumpang melaksanakan monitoring sekaligus penyaluran bantuan air bersih yang telah dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak dua unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter atau total 10.000 liter air bersih, disalurkan kepada warga di Kampung Cikakak RT 09 dan RT 10 RW 05, serta RT 11 dan RT 12 RW 06, Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru.
Danramil 1902/Plered Kapten Arm Wahyu Widodo melalui Babinsa Desa Batutumpang, Sertu Suparman, mengatakan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
“Penyaluran air bersih ini merupakan langkah cepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta BPBD Provinsi Jawa Barat agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran,” ujar Sertu Suparman. Sabtu (2/8/2026) malam.
Ia mengungkapkan, Desa Batutumpang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau tiba. Karena itu, menurutnya, diperlukan upaya yang lebih komprehensif agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan digunakan secara bijaksana sesuai kebutuhan. Namun yang lebih penting, ke depan harus ada solusi permanen, baik melalui pembangunan sarana penyediaan air bersih maupun infrastruktur pendukung lainnya, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak,” tegasnya.
Sertu Suparman menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan air bersih di wilayah rawan kekeringan seperti Desa Batutumpang.
Dengan adanya solusi yang berkelanjutan, diharapkan persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi langganan setiap musim kemarau dapat segera teratasi, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Radar Baru
Seedbacklink
