Heboh! Ngaku Pernah Dilecehkan Ayah Sambung, Ashanty Ajak Korban Lain Speak Up

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Penyanyi Ashanty mengungkapkan pengalaman pahit masa kecilnya saat menjadi korban pelecehan seksual oleh ayah sambungnya sendiri.
Pengakuan emosional tersebut ia sampaikan untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan keberanian bagi para korban lain agar berani bersuara (speak up).
Pengalaman traumatis itu terjadi ketika ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ashanty tumbuh dalam keluarga yang berpisah (broken home) setelah kedua orang tuanya bercerai sejak ia berada di kelas 1 SD.
Sang ibu kemudian menikah lagi, namun sosok ayah sambung yang seharusnya memberikan perlindungan justru memberikan trauma mendalam bagi kehidupannya.
Trauma Hingga Dewasa
Ashanty menceritakan kembali kisah kelam tersebut saat menjadi bintang tamu di salah satu acara televisi. Pelakunya merupakan orang terdekat yang tinggal dalam satu rumah darinya.
“Aku juga pernah menjadi korban, dilecehkan oleh ayah sambung aku dulu waktu aku masih kecil,” ungkap Ashanty.
“Walaupun tidak sampai yang jauh, tapi ada hal yang membuat luka dan sakit. Kalau dulu aku menceritakannya gemetar, sekarang aku sudah lebih tenang untuk membagikannya,” lanjutnya.
Istri dari Anang Hermansyah ini mengaku selalu berhasil menghindar setiap kali pelaku mencoba melancarkan aksinya.
Ia terbangun dari tidur tepat pada waktunya sehingga kejadian yang lebih buruk dapat terhindar.
Kendati demikian, peristiwa tersebut tetap meninggalkan luka emosional yang terus membekas hingga ia berusia 42 tahun saat ini.
Dorong Korban Lain speak up
Ashanty sempat menyembunyikan rapat-rapat kejadian trauma ini karena rasa malu.
Ia baru mulai memberanikan diri membuka suara pada 2023 lalu di kanal YouTube Denny Sumargo, meski saat itu belum membeberkan identitas pasti sang pelaku.
Kini, ibu dari Arsy dan Arsya Hermansyah tersebut memilih untuk lebih terbuka secara publik. Langkah ini ia ambil agar masyarakat semakin peduli terhadap isu pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menegaskan bahwa luka trauma masa kecil memang akan membekas seumur hidup.
Namun, mengalirkan kisah tersebut menjadi sebuah gerakan kesadaran dapat mencegah orang lain mengalami nasib serupa.
Ia berharap pengakuannya dapat memperkuat mental para korban di luar sana agar tidak takut memperjuangkan keadilan.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
