Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Lawan Stunting dengan Dana Zakat, BAZNAS Purwakarta Buktikan Hasil Nyata

file_00000000239881fb9a83abf521419bbc
Program PKMK Tahap V bersama RSUD Bayu Asih kembali digulirkan, puluhan anak menunjukkan perkembangan status gizi yang semakin baik.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purwakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penyaluran Pangan Olahan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) Tahap V kepada anak-anak penerima manfaat. Program tersebut dilaksanakan di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS Purwakarta dan RSUD Bayu Asih dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.

PKMK merupakan program pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kesehatan yang difokuskan untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak penderita stunting. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan medis khusus, tetapi juga menghadirkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan agar proses pemulihan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

Dalam pelaksanaan Tahap V, BAZNAS Purwakarta menyerahkan bantuan PKMK sekaligus melakukan monitoring bersama tim medis terhadap perkembangan kesehatan para penerima manfaat. Setiap anak menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis tumbuh kembang RSUD Bayu Asih yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, serta evaluasi status gizi sebagai dasar penyusunan langkah penanganan berikutnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Rika Ristiawati, melalui Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Andri Hendrawan Sudjana, Andri Hendrawan, mengatakan Program PKMK merupakan salah satu program unggulan BAZNAS di sektor kesehatan yang dirancang untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan prevalensi stunting melalui intervensi gizi yang tepat sasaran.

“Program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan olahan kebutuhan medis khusus, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh pendampingan dan pemantauan kesehatan secara berkala. Kami ingin memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan status gizi dan tumbuh kembang anak,” ujar Andri. Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, Program PKMK telah berjalan secara berkesinambungan sejak tahun 2024. Tahap I dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2024, Tahap II pada Agustus hingga November 2024, Tahap III pada Februari hingga Juni 2025, Tahap IV pada September hingga Desember 2025, dan kini memasuki Tahap V sebagai bentuk keberlanjutan ikhtiar BAZNAS dalam mendukung lahirnya generasi Purwakarta yang sehat dan berkualitas.

Hasil evaluasi empat tahap sebelumnya menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pada Tahap I, empat dari sepuluh peserta berhasil mencapai status tinggi badan menurut umur (TB/U) normal setelah mengalami peningkatan status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).

Pada Tahap II, sebanyak 10 dari 11 peserta mengalami perbaikan status gizi, sementara tiga anak berhasil mencapai kategori tinggi badan normal. Memasuki Tahap III, perkembangan semakin signifikan dengan sembilan anak mengalami peningkatan status BB/U, delapan anak mengalami perbaikan TB/U, dua anak mengalami peningkatan status BB/TB, dan tujuh dari 24 peserta berhasil mencapai status gizi normal.

Sementara itu, pada Tahap IV tercatat empat anak mengalami peningkatan status gizi berdasarkan indikator BB/U dan TB/U, sedangkan tiga anak berhasil beralih dari kategori tinggi badan pendek menjadi normal.

IMG-20260722-WA0006

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Yudi Sirojuddin, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara BAZNAS, RSUD Bayu Asih, tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, serta dukungan para muzakki dalam menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Stunting bukan sekadar persoalan kekurangan gizi, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, BAZNAS Purwakarta akan terus berkomitmen mendukung berbagai program kesehatan yang berorientasi pada pencegahan dan penanganan stunting melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata Yudi.

Menurutnya, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran, zakat mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

BAZNAS Purwakarta juga menyampaikan apresiasi kepada RSUD Bayu Asih, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung keberhasilan Program PKMK. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para muzakki, munfik, dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Purwakarta.

Melalui Program PKMK Tahap V, BAZNAS Purwakarta berharap semakin banyak anak yang berhasil keluar dari kondisi stunting sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan. Program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kepedulian sosial, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purwakarta. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store