Ramai Kritik Kehadiran Pinjol di Kampus Unisma Malang, Warganet Khawatir Mahasiswa Terjebak Utang

Jurnalis: Imam Buchori
Kabar Baru, Malang – ugaan keterlibatan platform pinjaman online (pinjol) UATAS dalam sebuah kegiatan yang dikaitkan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang menuai sorotan publik.
Kehadiran layanan pinjaman digital di lingkungan kampus dinilai sejumlah warganet sebagai langkah yang berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi mahasiswa.
Perbincangan tersebut mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan keterlibatan UATAS dalam kegiatan kampus. Unggahan itu memicu diskusi luas, terutama terkait risiko utang digital yang selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat.
Banyak pengguna media sosial mempertanyakan relevansi promosi atau kehadiran layanan pinjol di tengah mahasiswa yang sebagian besar belum memiliki penghasilan tetap. Mereka khawatir akses yang semakin mudah terhadap pinjaman digital dapat mendorong mahasiswa terjebak dalam masalah keuangan.
Salah satu komentar datang dari akun @manangsoebeti_official yang menulis, “Ya Allah bayarnya pakai apa nanti adek-adek itu buat nyicil hutang dan bunganya.” Komentar tersebut mewakili kekhawatiran sebagian warganet mengenai kemampuan mahasiswa dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman beserta bunga yang menyertainya.
Hingga kini, perbincangan mengenai kehadiran UATAS dalam kegiatan yang dikaitkan dengan kampus tersebut masih ramai di media sosial. Sejumlah pihak berharap lingkungan pendidikan tetap mengedepankan literasi keuangan yang sehat dan tidak mendorong mahasiswa untuk bergantung pada utang konsumtif.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
