Tabungan Rakyat Terkuras, Raymond: Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya Ilusi

Jurnalis: Dian Annisa
Kabar Baru, Jakarta – Pengusaha milenial sekaligus konten kreator edukasi finansial, Raymond Chin, memberikan peringatan keras terkait kondisi ekonomi Indonesia memasuki tahun 2026.
Melalui unggahan video terbaru di kanal YouTubenya dan dikutip oleh Jurnalis Kabarbaru di Jakarta, Rabu (14/01/2025). Raymond menyebut bahwa masyarakat selama ini hidup dalam ilusi ekonomi yang menutupi realitas kesejahteraan rakyat.
Raymond menilai narasi pertumbuhan ekonomi stabil yang digaungkan pemerintah tidak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan.
Ia secara blak-blakan menyatakan bahwa angka-angka makro yang tampak indah tersebut justru menyembunyikan fakta pahit tentang penggerusan daya beli masyarakat bawah.
Paradoks Pertumbuhan Ekonomi
Dalam analisanya, Raymond menyoroti fenomena survivorship bias di media sosial.
Meski banyak konten memperlihatkan gaya hidup mewah anak muda, realitas mayoritas rakyat justru menunjukkan perjuangan hidup yang semakin berat.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5 hingga 6 persen bukanlah cermin kemakmuran merata.
“Indikator itu bersifat rata-rata. Kita melihat angka statistik, bukan kondisi nyata mayoritas orang,” tegas Raymond.
Ia mengibaratkan pertumbuhan ini seperti satu orang superkaya yang masuk ke ruangan berisi pengangguran; secara statistik rata-rata kekayaan naik, namun nasib sepuluh orang lainnya tetap miskin.
Fenomena ini ia sebut sebagai growth without prosperity atau pertumbuhan tanpa kemakmuran.
Tabungan Terkuras dan Inflasi
Raymond juga mengkritik angka inflasi resmi (CPI) sebesar 2–3 persen yang ia anggap tidak relevan dengan beban hidup masyarakat kota besar.
Pasalnya, kenaikan biaya pada lima pos utama—pangan, hunian, transportasi, pendidikan, dan kesehatan—jauh melampaui angka tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan data perbankan yang menunjukkan 99 persen rekening di Indonesia memiliki saldo di bawah Rp100 juta.
Raymond mengungkapkan bahwa tahun 2025 mencatat saving rate terendah dalam sejarah.
Fenomena mantap (makan tabungan) kini menjadi gejala struktural karena kenaikan upah tidak mampu mengejar lonjakan biaya hidup.
Pemulihan Ekonomi K-Shape
Memasuki tahun 2026, Raymond memprediksi Indonesia akan mengalami K-Shape Economic Recovery.
Dalam fase ini, segelintir kelompok atas akan melonjak kekayaannya, sementara mayoritas masyarakat, terutama kelas menengah, justru tertinggal dan semakin rentan.
Ia juga menyoroti pergeseran fungsi pinjaman online yang kini mulai digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik dan sekolah.
Sebagai penutup, Raymond berpesan agar masyarakat tetap realistis namun optimis.
Ia mengajak kelompok menengah-bawah untuk fokus meningkatkan pendapatan riil, sementara kelompok atas diharapkan lebih banyak berbelanja di sektor UMKM demi menjaga perputaran ekonomi lokal.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

