Satu Kelas Satu Perpustakaan, Upaya Sekolah Menumbuhkan Budaya Baca
Jurnalis: Arif Muhammad
Kabar Baru, Gresik — SMP Sunanul Muhtadin meluncurkan program “Pojok Literasi Kelas” bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Program ini menempatkan perpustakaan mini di setiap ruang kelas sebagai upaya memperkuat budaya baca di lingkungan sekolah.
Melalui konsep “Satu Kelas, Satu Perpustakaan”, setiap kelas dilengkapi koleksi buku pelajaran dan bacaan umum. Siswa didorong menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian, tanpa harus bergantung pada perpustakaan utama.
Kepala SMP Sunanul Muhtadin, Chisamiddin As Shiddiqin, menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas akses literasi bagi siswa.
“Program ini kami hadirkan sebagai upaya nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses mudah terhadap bahan bacaan, sehingga budaya membaca dapat tumbuh secara alami di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut selaras dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, penguatan karakter, dan kemampuan berpikir kritis.
Tak hanya menjadi ruang baca, pojok literasi juga dikelola langsung oleh siswa. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat dan mengembangkan koleksi buku, sehingga mendorong rasa kepemilikan terhadap lingkungan belajar.
Peluncuran program ini mendapat respons positif dari siswa. Kehadiran buku di dalam kelas dinilai memudahkan akses bacaan dan memanfaatkan waktu luang secara lebih produktif.
Sekolah berharap, inisiatif ini dapat memperkuat literasi peserta didik sekaligus berkontribusi pada upaya mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

