Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Komjen Suyudi Resmi Kapolri, Usung Semangat Polisi Bersama Masyarakat

kabarbaru.co
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. (Foto: BNN).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Komisi III DPR RI resmi menyetujui penetapan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Persetujuan ini diketuk usai Suyudi merampungkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

Pergantian pucuk pimpinan Korps Bhayangkara ini langsung memantik optimisme publik. Organisasi kemasyarakatan Garda Indonesia Visioner (GIV) menyambut positif penetapan tersebut, memandangnya sebagai momentum krusial untuk memangkas jarak antara aparat penegak hukum dan warga sipil.

Ketua Umum GIV, Faqih, menyoroti secara khusus doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” yang diusung Suyudi dalam uji kelayakannya. Gagasan tersebut dinilai sangat relevan dengan tuntutan zaman, di mana transformasi kepolisian memang harus berpusat pada orientasi pelayanan rakyat.

“Polisi tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Kehadirannya harus benar-benar dirasakan, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga saat memberikan pelayanan dan menyelesaikan persoalan di akar rumput,” tegas Faqih menanggapi visi Kapolri baru tersebut.

Faqih mengingatkan, fondasi utama dari keamanan yang berkelanjutan adalah kepercayaan publik (public trust). Reformasi internal dan peningkatan profesionalisme anggota hanya bisa terwujud jika Polri mengedepankan budaya kerja yang terbuka, komunikatif, dan humanis.

“Polisi kuat itu bukan karena ditakuti, tetapi karena dipercaya. Dan kepercayaan itu lahir ketika polisi sungguh-sungguh hadir, mendengar, melindungi, dan bekerja beriringan bersama masyarakat,” tambahnya.

Tantangan Kejahatan Modern dan Urgensi Kolaborasi

Di luar transisi kepemimpinan, Polri ke depan dihadapkan pada lanskap keamanan yang kian kompleks. Faqih menggarisbawahi bahwa pesatnya teknologi memunculkan varian kejahatan digital baru, sementara persoalan klasik seperti peredaran narkotika dan kriminalitas konvensional tetap membutuhkan penanganan ekstra.

Menghadapi tantangan hibrida tersebut, pendekatan single fighter dari aparat sudah tidak lagi relevan. Polri dituntut membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, dan akademisi.

“Tidak mungkin seluruh persoalan keamanan diselesaikan polisi sendirian. Di sinilah semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ menemukan urgensinya,” jelas Faqih.

Sikap terbuka Suyudi yang menyebut bahwa kritik serta keluhan masyarakat adalah “peringatan dini” (early warning system) untuk pembenahan institusi, turut menuai apresiasi. GIV pun menyatakan kesiapannya untuk menjembatani dialog produktif antara generasi muda dan institusi kepolisian.

Faqih menutup pernyataannya dengan ajakan kepada publik untuk berhenti bersikap pasif dan mulai mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan masing-masing. “Keamanan Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Polisi bersama masyarakat, masyarakat bersama polisi. Dari sinergi itulah kita bisa membangun Indonesia yang aman, tertib, dan maju,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store