Pemerintahan Prabowo Bagus Tapi Gaya Komunikasi Jubir Kocar-kacir

Jurnalis: Fauzan Abrori
Kabar Baru, Jakarta – Gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol stabilitas nasional mendapat sorotan tajam karena dianggap tidak terkelola dengan baik.
Pengamat politik, Dr. Selamat Ginting, menilai terdapat ketimpangan besar antara gaya komunikasi personal Prabowo dengan sistem komunikasi pemerintahan yang ada saat ini.
Dalam sebuah diskusi, ia menyebut sistem komunikasi pemerintah masih berantakan dan tidak mampu mengimbangi langkah sang presiden.
Selamat Ginting mengungkapkan bahwa banyak akademisi dan ahli politik melihat perubahan gaya komunikasi Prabowo yang tidak diikuti oleh sistem informasi pemerintahan yang rapi.
“Kondisi ini memicu persepsi publik bahwa sosok presiden sangat kuat, namun juru bicara pemerintah dan negara justru sangat lemah,” ujarnya.
“Ketidaksinkronan ini mengakibatkan narasi yang keluar dari jajaran menteri sering kali berbeda dengan pernyataan yang diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo,” sambungnya.
Klarifikasi Pemerintah Terlambat
Masalah utama yang muncul adalah keterlambatan pemerintah dalam memberikan klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Selamat menyebut jajaran komunikasi pemerintah sering kali tertinggal dibandingkan isu yang sudah liar bergulir di media sosial.
Ia mengibaratkan kondisi ini seperti ketinggalan kereta, di mana Presiden Prabowo sudah melaju jauh dengan narasinya, sementara tim komunikasinya masih tertahan di stasiun.
Dalam era digital, kekosongan narasi dari pihak pemerintah dianggap sangat berbahaya karena ruang informasi akan diisi oleh persepsi liar.
Selain itu, wartawan senior ini juga mengkritik gaya komunikasi juru bicara pemerintah yang cenderung elitis.
Tim komunikasi kabinet dinilai lebih banyak berbicara kepada sesama elite atau menteri ketimbang menyentuh dan menjelaskan program kepada masyarakat akar rumput.
Desakan Sinkronisasi Narasi Kabinet
Ketidaksinkronan narasi antara presiden dan menteri menunjukkan adanya hambatan koordinasi dalam kabinet. Selamat mendorong agar sistem komunikasi pemerintahan segera berbenah agar isu yang beredar tidak merugikan citra stabilitas nasional.
“Juru bicara pemerintah harus mampu bergerak lebih cepat dan menggunakan bahasa yang lebih membumi agar pesan-pesan presiden dapat tersampaikan dengan efektif kepada seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Seedbacklink

