Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Pelibatan Cipayung Plus Dinilai Strategis, Desa Bisa Naik Kelas

Kabarbaru.co
Ketua Bidang Pemberdayaan Desa Badko HMI Jawa Timur, Maskur (Dok : kabarbaru.co).

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mulai melibatkan kelompok pemuda lintas organisasi (Cipayung Plus) dalam agenda Misi Dagang dinilai sebagai sinyal perubahan arah kebijakan ekonomi daerah. Tidak lagi semata bertumpu pada relasi antar pelaku usaha besar, tetapi mulai membuka ruang bagi generasi muda untuk masuk ke dalam ekosistem perdagangan.

Ketua Bidang Pemberdayaan Desa Badko HMI Jawa Timur, Maskur, menyebut kebijakan ini sebagai peluang strategis yang selama ini jarang terjadi.

“Pelibatan Cipayung Plus dalam Misi Dagang adalah langkah maju. Ini membuka ruang bagi pemuda untuk tidak hanya memahami ekonomi, tapi juga terlibat langsung di dalamnya,” ujar Maskur.

Momentum Menghubungkan Desa dengan Pasar

Maskur menilai, capaian transaksi yang besar seperti Rp2,08 triliun dalam kerja sama dengan Kalimantan Tengah dan Rp1,525 triliun dengan Malaysia harus dilihat sebagai pintu masuk untuk menghubungkan desa dengan pasar yang lebih luas.

“Selama ini desa menghasilkan, tapi tidak selalu terhubung dengan pasar besar. Misi Dagang bisa menjadi jembatan, asalkan pemuda dilibatkan sebagai penghubungnya,” katanya.

Ia menambahkan, desa tidak kekurangan sumber daya, tetapi sering tertinggal dalam hal akses dan jaringan distribusi.

“Masalah desa bukan pada produksi, tapi pada akses pasar. Di sinilah peran pemuda menjadi penting, karena mereka lebih adaptif terhadap jaringan dan teknologi,” ujarnya.

Cipayung Plus sebagai Kekuatan Sosial-Ekonomi Baru

Menurut Maskur, keterlibatan organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam dan elemen Cipayung Plus lainnya berpotensi melahirkan kekuatan baru dalam ekonomi daerah, jika diarahkan secara tepat.

“Cipayung Plus punya jaringan yang luas sampai ke daerah-daerah. Kalau ini dikonsolidasikan dengan agenda ekonomi, maka dampaknya bisa langsung terasa di desa,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelibatan tersebut harus bersifat serius dan berkelanjutan.

“Harus ada peran konkret misalnya dalam distribusi produk desa, penguatan UMKM, atau bahkan menjadi agregator komoditas,” tegasnya.

Dari Aktivisme ke Intervensi Ekonomi

Maskur melihat, pelibatan Cipayung Plus juga menandai pergeseran peran pemuda dari ruang aktivisme menuju intervensi ekonomi yang lebih nyata.

“Selama ini kita kuat di kritik kebijakan. Sekarang saatnya masuk ke solusi. Pemuda harus berani masuk ke sektor riil dan membangun ekonomi dari desa,” ujarnya.

Ia menilai, perubahan ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.

“Kalau pemuda tidak masuk, maka ruang ekonomi akan terus didominasi oleh aktor lama. Ini yang harus kita ubah,” katanya.

Menjaga Arah Pembangunan Desa

Di akhir pernyataannya, Maskur menegaskan bahwa pelibatan pemuda dalam Misi Dagang harus diarahkan untuk memperkuat desa sebagai fondasi ekonomi.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar transaksi, tapi bagaimana desa bisa mandiri dan punya posisi tawar. Kalau desa kuat, maka ekonomi daerah juga akan kuat,” ujarnya.

Badko HMI Jawa Timur, lanjutnya, akan terus mendorong agar kolaborasi antara pemerintah dan pemuda ini benar-benar berdampak nyata.

“Kami mendukung pelibatan Cipayung Plus. Tapi kami juga akan mengawal agar kebijakan ini tidak berhenti di wacana, melainkan benar-benar menggerakkan ekonomi desa,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store