Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Nyawa Dokter Muda Melayang, RSUD KH Daud Arif Diduga Eksploitasi Tenaga Magang Tanpa Libur

Desain tanpa judul - 2026-05-04T092516.124
dr. Myta Aprilia Azmy saat aktif Magang di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jambi – Kematian dr. Myta Aprilia Azmy (26), dokter muda lulusan Universitas Sriwijaya, memicu kemarahan publik setelah muncul dugaan kelalaian fatal dan eksploitasi kerja di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Pihak Ikatan Alumni (IKA) FK Unsri kini menuntut pertanggungjawaban penuh dari manajemen rumah sakit dan mendesak otoritas terkait untuk mengusut tuntas tragedi yang terjadi pada Jumat (01/05/2026) tersebut.

Investigasi internal IKA FK Unsri mengungkap sisi gelap manajemen rumah sakit yang diduga melanggar aturan jam kerja secara ekstrem.

Pihak rumah sakit membebankan tugas kepada dr. Myta selama tiga bulan berturut-turut tanpa hari libur, baik di bangsal maupun unit gawat darurat (IGD).

Mirisnya, dokter muda ini bekerja tanpa pendampingan dokter definitif, padahal statusnya hanyalah peserta magang yang seharusnya mendapatkan supervisi ketat.

RS Diduga Abaikan Kondisi Korban

Kritik tajam juga mengarah pada kebijakan medis rumah sakit yang tetap menjadwalkan dr. Myta untuk jaga malam meski ia sudah mengeluh sakit sejak Maret 2026.

Manajemen RSUD KH Daud Arif diduga melakukan pembiaran meski dr. Myta mengalami demam tinggi dan sesak napas yang parah.

Kondisi korban bahkan sempat kritis dengan saturasi oksigen turun hingga 80 persen sebelum mendapatkan tindakan memadai.

Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menyatakan bahwa terdapat indikasi kuat pihak rumah sakit berupaya menutup-nutupi fakta dan melakukan intimidasi terkait kondisi korban.

Ia menyoroti masalah administratif yang memalukan, di mana stok obat di rumah sakit kosong sehingga dr. Myta harus mencari obat sendiri di luar saat kondisi kesehatannya sedang menurun.

“Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan harus ada pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa sejawat kami,” tegas Junaidi.

Desakan Audit dan Jalur Hukum

Atas berbagai temuan mengerikan tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan RI dan Komite Internship Kedokteran Indonesia untuk segera mengaudit total RSUD KH Daud Arif.

Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap para pembimbing dan pihak manajemen yang terlibat dalam skandal beban kerja ekstrem ini.

Meskipun Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membantah adanya perundungan atau beban kerja yang tidak wajar, IKA FK Unsri tetap pada pendiriannya untuk mencari keadilan.

Jika audit membuktikan adanya unsur pidana atau kelalaian yang disengaja, organisasi alumni ini siap membawa kasus ini ke jalur hukum demi memastikan tidak ada lagi dokter muda yang menjadi korban kebijakan rumah sakit yang tidak manusiawi.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store