Ketum GP Ansor Dapat Jabatan Komisaris Usai Sebulan Puji Prabowo, Gajinya Tembus Rp11 M

Jurnalis: Achmad Salim
Kabar Baru, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin, resmi menjabat sebagai Komisaris Independen di salah satu bank swasta terkemuka.
Pengangkatan ini menjadi sorotan publik lantaran terjadi tak lama setelah Addin menyatakan dukungan terbuka terhadap strategi diplomasi Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan salinan keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Addin telah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Manajemen bank tersebut mengonfirmasi bahwa jabatan baru pria kelahiran Cirebon ini mulai efektif berlaku sejak 11 Maret 2026.
Rekam Jejak di Perusahaan Pelat Merah
Dunia korporasi bukan hal baru bagi Addin Jauharudin. Sebelum menduduki kursi komisaris di bank swasta ini, ia tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Waskita Karya (Persero) Tbk hingga Mei 2025.
Selain itu, Addin memiliki pengalaman panjang sebagai Komisaris Independen di PT Pos Indonesia (Persero) pada periode 2018-2023 serta PT Garam (Persero) pada tahun 2014-2018.
Kini, sebagai komisaris di bank swasta, Addin diperkirakan bakal menerima remunerasi fantastis berkisar antara Rp 1,4 miliar hingga lebih dari Rp 11 miliar per tahun, yang mencakup gaji, tunjangan, dan bonus (tantiem).
Terkait Dukungan Politik
Penunjukan Addin memicu beragam reaksi netizen di ruang publik.
Banyak pihak mengaitkan jabatan mentereng ini dengan intensitas Addin dalam memuji kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama sebulan terakhir.
Terutama terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Addin sebelumnya menyebut langkah Presiden Prabowo bergabung dalam BoP sebagai strategi diplomasi yang tenang namun tegas.
Ia menilai kehadiran Indonesia dalam forum tersebut merupakan jembatan dialog di tengah situasi global yang terbelah.
“Indonesia datang bukan dengan suara keras, tetapi dengan pesan jelas bahwa perdamaian harus kita perjuangkan bersama,” ujar Addin dalam keterangannya baru-baru ini.
Diplomasi Menenangkan Prabowo
Bagi GP Ansor, langkah diplomasi Presiden Prabowo membawa tiga pesan penting: mengedepankan dialog, menempatkan kemanusiaan di atas politik, dan menjaga stabilitas global.
Addin bahkan membandingkan keberanian Prabowo membaca momentum internasional dengan strategi diplomasi Presiden pertama RI, Soekarno.
Meski pengangkatannya sebagai komisaris menuai polemik, OJK memastikan bahwa Addin telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi sektor jasa keuangan.
Kini, publik menanti kontribusi nyata Addin Jauharudin dalam mengawasi tata kelola bank swasta tersebut di tengah posisinya yang masih aktif memimpin organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

