Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Satwa Tinggal di Site Tujuh Bukit TBO Tumpang Pitu, Bukti Kongkrit Keberhasilan Reklamasi PT Bumi Suksesindo

Satwa dikawasan hutan site TBO Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

KABAR BARU, BANYUWANGI – Sejumlah satwa hadir dan tinggal di kawasan hutan site Tujuh Bukit Operations (TBO) di Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kehadiran satwa-satwa ini menjadi indikasi keberhasilan program reklamasi yang dilakukan PT Bumi Suksesindo, sebuah perusahaan tambang emas yang beroperasi di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil inventarisasi PT BSI bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tercatat ada 325 jenis tanaman, 108 spesies aves atau burung, 30 spesies mamalia 30, 15 spesies amfibi,  30 spesies reptile, 54 spesies kupu-kupu, 16 spesies capung, dan beberapa jenis serangga di kawasan reklamasi.

PT BSI memasang camera trap di sepuluh lokasi untuk memantau hewan-hewan yang datang, terutama pada malam hari. Sejauh ini, kamera berhasil mengabadikan kehadiran merak hijau, kijang, landak, rangkong badak, julang, dan ayam hutan. Elang Jawa dan kukang Jawa sempat terlihat di kawasan itu.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

“Lutung banyak yang datang, karena mungkin sudah ada sumber makanan. Dulunya areal di sini terbuka tanpa ada tutupan pepohonan. Lalu kita tanami, sehingga bisa jadi sumber makanan dan tempat tinggal mereka untuk berkembang biak,” kata Faisal Muslim, Superintendent Reklamasi Lahan PT BSI.

Gestun Jogja

  PT BSI melakukan reklamasi seluas 71,2 hektare di 21 site Tujuh Bukit Operations (TBO) sejak 2016. Reklamasi tersebut dilakukan secara bertahap sejak mulai proses eksploitasi tambang.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

 “Tanah humus yang subur kurang lebih satu meter yang masuk zona organik oleh teman-reman disimpan di stock pile. Tidak dibuang,” kata Faisal.

Tanah humus ini kemudian dimanfaatkan kembali setelah penambangan di satu titik selesai. Areal yang menjadi lokasi pembuangan material  dan tidak ekonomis ditata kembali, dan tanah humus pun dipasang di sana. Sistem drainase dirancang dan kemiringan lahan pun diatur sebelum melaksanakan tahap revegetasi.

Sebelum menanam pepohonan, PT BSI menanam rerumputan dan legum atau kacang-kacangan maupun tanaman rambat untuk memperkuat tanah agar tak mudah mengalami erosi. “Setelah itu, kami baru menanam pohon,” ungkap Faisal.

Ada dua tahap penanaman pohon, yakni pohon yang cepat tumbuh dan tanaman lokal yang memang menjadi bagian dari ekosistem hutan tersebut sebelum ditambang.

Baca Juga  Jelang Pilbub Banyuwangi 2024, Demokrat dan PKB Banyuwangi Bertemu Bahas Koalisi

Tanaman-tanaman lokal ini tumbuh di bawah naungan pepohonan yang ditanam lebih dulu. Kelak tanaman-tanaman ini akan menjadi sumber makanan dan perlindungan bagi satwa yang kemudian ikut menjaga ekosistem.

Pemerintah pun memuji capaian PT BSI dalam menghijaukan kembali kawasan site. Setiawan tersenyum senang, namun kerja belum berakhir. Mereka terus merawat tumbuhan dan satwa-satwa itu.

“Pokoknya semua lokasi reklamasi kami rawat dan pupuk. Kalau menanam gampang. Semua orang bisa. Tapi paling tidak kami mengembalikan kondisi kawasan ini mendekati kondisi asli sebelum ditambang,” terang Faizal. (*)

Kabarbaru Network

https://beritabaru.co/

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store