Kesalahan Tukang Saat Renovasi yang Bisa Merusak Struktur Bangunan
Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta – Renovasi sering dianggap sebagai pekerjaan ringan yang hanya berfokus pada tampilan. Padahal, proses ini mengandung risiko teknis yang dapat memengaruhi kekuatan struktur bangunan. Tanpa perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, kualitas struktur justru bisa menurun.
Kesalahan tukang saat renovasi banyak terjadi pada pekerjaan beton dan dinding sebagai elemen utama struktur. Kesalahan tersebut sering tidak langsung terlihat setelah pekerjaan selesai. Namun dalam jangka panjang, dampaknya dapat berupa retak, penurunan kekuatan, hingga risiko kerusakan serius.
Kesalahan Tukang Saat Renovasi yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan tukang saat renovasi yang sering terjadi adalah penggunaan mesin kerja tanpa mempertimbangkan perbedaan performanya. Setiap mesin memiliki karakteristik daya, stabilitas, dan sistem pendingin yang berbeda sesuai peruntukannya. Ketidaktahuan terhadap hal ini membuat pekerjaan pengeboran atau pemotongan beton dilakukan dengan alat yang kurang tepat.
Mesin yang tidak sesuai spesifikasi dapat menurunkan kualitas hasil pengeboran beton secara signifikan. Daya yang kurang, getaran berlebih, atau sistem pendingin yang tidak optimal bisa menyebabkan lubang tidak presisi dan struktur beton mengalami retak halus. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melemahkan kekuatan struktur dan mempersulit proses renovasi lanjutan.
Berikut beberapa kesalahan tukang renovasi yang sering terjadi dan perlu diwaspadai karena dapat berdampak langsung pada kekuatan struktur bangunan:
1. Melubangi Beton Tanpa Perhitungan Struktur
Dalam praktik sehari-hari, lubang pada beton sering dibuat untuk pipa, kabel, AC, atau saluran pembuangan tanpa kajian struktur. Tukang biasanya hanya menyesuaikan kebutuhan instalasi tanpa memahami fungsi elemen beton yang dilubangi. Akibatnya, bagian struktur penting dapat melemah dan memicu retak atau penurunan kekuatan bangunan..
2. Menggunakan Metode Bobok Manual Secara Sembarangan
Metode bobok manual dengan palu dan pahat masih sering digunakan karena dianggap cepat dan murah. Namun, cara ini menimbulkan getaran berlebih yang dapat merusak beton di sekitar area kerja. Retakan halus yang tidak terlihat sering muncul dan berpotensi berkembang menjadi kerusakan struktural.
3. Tidak Memperhatikan Titik Tulangan Besi
Banyak tukang tidak menggunakan alat pendeteksi tulangan sebelum mengebor atau membobok beton. Akibatnya, besi tulangan terpotong atau rusak tanpa disadari. Hal ini sangat berbahaya karena tulangan merupakan elemen utama penahan beban pada struktur beton.
4. Salah Menentukan Ukuran dan Posisi Lubang
Lubang sering dibuat terlalu besar atau berada di posisi yang tidak tepat dari sisi struktur. Kesalahan ini biasanya terjadi karena kurangnya pengukuran dan perencanaan sejak awal. Dampaknya, distribusi beban menjadi tidak seimbang dan kekuatan beton menurun.
5. Mengabaikan Finishing dan Perlindungan Area Lubang
Setelah pengeboran atau pembobokan, area lubang sering dibiarkan tanpa perbaikan atau pelindung tambahan. Padahal, beton yang terbuka rentan terhadap masuknya air dan kelembapan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu korosi tulangan dan mempercepat kerusakan struktur.
6. Tidak Menggunakan Metode Kerja yang Minim Risiko
Tukang kerap memilih metode kerja konvensional tanpa mempertimbangkan jasa coring beton yang lebih aman. Padahal, jasa coring beton menggunakan teknik khusus untuk meminimalkan getaran dan kerusakan struktur. Mengabaikan metode ini dapat meningkatkan risiko kesalahan teknis dan kerusakan jangka panjang bangunan.
Pendekatan Kerja yang Lebih Aman untuk Beton
Metode kerja minim getaran sangat penting untuk menjaga kekuatan struktur beton di sekitarnya. Getaran berlebih dari alat konvensional dapat menimbulkan retak mikro yang sulit terdeteksi. Dengan teknik yang tepat, renovasi dapat dilakukan tanpa merusak struktur beton.
Beton keras memerlukan solusi kerja yang lebih presisi agar hasil tetap rapi dan terkontrol. Metode presisi memungkinkan pembuatan lubang sesuai ukuran tanpa merusak tulangan. Pendekatan ini membantu menjaga kualitas pekerjaan dan mengurangi risiko masalah struktural di masa depan.
Kesalahan kecil saat renovasi sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap kekuatan struktur bangunan. Banyak kesalahan saat renovasi baru terlihat setelah bangunan digunakan dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, setiap pekerjaan pada beton perlu dilakukan dengan perhitungan dan metode yang tepat sejak awal.
Memahami risiko teknis dan memilih metode kerja yang lebih presisi merupakan langkah penting untuk menjaga bangunan tetap aman dan tahan lama. Penggunaan alat dan teknik yang minim getaran, seperti jasa coring beton, membantu menghasilkan pekerjaan yang rapi tanpa merusak struktur utama. Untuk hasil yang aman dan profesional, percayakan kebutuhan coring beton Anda kepada Teknik Perdana sebagai solusi renovasi yang andal.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink


