Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kawih Sinom Jadi Senjata BNNP Jabar Perangi Narkoba

IMG_20260915_090348
BNNP Jabar gandeng Budaya Sunda perkuat pesan Antinarkoba.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bandung – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) memanfaatkan kekuatan seni dan budaya Sunda sebagai sarana edukasi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Pesan antinarkotika tersebut dikemas melalui Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang digelar di Gedung Pusat Budaya Jawa Barat, Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).

Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan pemilihan Pupuh Sinom bukan tanpa alasan. Dalam budaya Sunda, sinom memiliki makna yang erat dengan kaum muda dan sejak dahulu menjadi media penyampaian nasihat dari orang tua kepada anak.

“Sinom itu artinya yang muda. Jadi ini nasihat kepada anak-anak, remaja, dan pemuda agar jauh dari narkotika,” kata Pudjo.

Menurutnya, pendekatan melalui seni dan budaya menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba secara lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

BNNP Jabar berharap pesan yang disampaikan melalui kegiatan tersebut dapat menanamkan kesadaran sekaligus membangun benteng diri bagi pelajar, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Ancaman penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data BNNP Jabar, penyalahgunaan didominasi obat-obatan keras ilegal sebesar 44 persen dan narkotika sebesar 44 persen. Sementara 12 persen lainnya merupakan zat adiktif.

Pengungkapan kasus di sejumlah daerah, di antaranya Palabuhanratu, Pangandaran, Cimahi, Bogor, dan Sumedang, turut menunjukkan masih adanya aktivitas jaringan peredaran narkoba di Jawa Barat.

Bahkan, pada 2025 Jawa Barat sempat masuk dalam lima besar wilayah yang menjadi pusat peredaran narkoba secara nasional.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNN RI, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, mengungkapkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkotika pada kelompok usia 15–24 tahun secara nasional.

Menurut Tantan, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 2,53 persen dari sebelumnya 1,8 persen.

Ia juga mengingatkan masyarakat terhadap berkembangnya modus baru peredaran narkotika yang memanfaatkan tren rokok elektrik atau vape. Cairan yang mengandung narkotika dapat disamarkan dalam perangkat tersebut sehingga semakin sulit dikenali masyarakat.

“Jangan sampai pergeseran modus operandi, pergeseran jenis narkotika baru, tidak kita antisipasi secara maksimal,” tegas Tantan.

Ia mengapresiasi langkah BNNP Jabar yang mengemas kampanye pencegahan narkoba melalui seni dan budaya. Menurutnya, kreativitas generasi muda perlu diarahkan untuk menyebarkan pesan positif sekaligus memperkuat ketahanan diri terhadap ancaman narkotika.

“Kreativitas anak muda perlu terus diarahkan untuk menyampaikan pesan positif dan membangun ketahanan diri terhadap narkotika,” ujarnya.

Pasanggiri Agung Kawih Sinom tersebut juga memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat. Pada kategori pelajar, Muhammad Rafi Putra Pangestu berhasil meraih juara pertama, disusul Asep Tatang Hidayat di posisi kedua dan Griselda Martatila Putri di posisi ketiga.

Sementara pada kategori umum, juara pertama diraih Wendy Widya Rahayu, disusul Eva Purnama Dewi sebagai juara kedua dan Destiana Erlinda Dewi sebagai juara ketiga.

Trofi penghargaan bagi para juara diserahkan Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store