Fungsi Strategis Embung Desa Jadi Perhatian, Keberlanjutan Manfaat bagi Ekonomi Warga Dipertanyakan

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Embung desa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dan pelaku usaha berbasis sumber daya air. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan ketersediaan air, menjaga produktivitas pertanian, serta menggerakkan roda ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Namun, dalam praktiknya, fungsi embung di sejumlah wilayah belum sepenuhnya berjalan optimal. Salah satu contoh yang menjadi perhatian masyarakat adalah embung desa yang terletak di Desa Larangan Timur, yang dilaporkan mengalami kerusakan dan kebocoran di beberapa titik. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena berdampak pada berkurangnya daya tampung air dan pemanfaatannya bagi kegiatan ekonomi.
Pegiat ekonomi kerakyatan, Jaka Tirtana, atau yang lebih akrab disapa Tirtana, menilai bahwa embung desa seharusnya menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat, bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ketika embung tidak berfungsi maksimal, masyarakat desa menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.
“Embung desa dibangun untuk mendukung produktivitas warga. Jika kondisinya tidak optimal, maka perlu ada evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Tirtana.
Berdasarkan laporan warga tersebut, Jaka Tirtana bersama perwakilan masyarakat mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas pada 15 Januari 2026 untuk mendapatkan penjelasan. Pihak BBWS Brantas menyambut baik kedatangan tersebut dan menerangkan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan pekerjaan rehabilitasi embung di beberapa titik, termasuk salah satunya embung yang berada di Desa Larangan Timur.
Meski demikian, masih adanya keluhan dari masyarakat menjadi perhatian bersama agar hasil rehabilitasi dapat dievaluasi secara berkelanjutan. Tirtana berharap adanya kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan kondisi di lapangan, sehingga embung desa dapat kembali berfungsi optimal.
“Kami berharap pembangunan dan perbaikan embung dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga embung dapat kembali memberi manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan embung desa. Keterbukaan informasi serta komunikasi yang baik dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Kondisi embung desa menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur pedesaan tidak hanya diukur dari terlaksananya proyek, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Penulis : JAKA TIRTANA, Tanean Lanjhang Institute.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

