Dari Rohul Menuju Dunia Syahmadi Malau Bangun Generasi Pencak Silat

Jurnalis: Moh Nasir
kabarbaru, Rokan Hulu — Membangun prestasi pencak silat dari daerah bukan pekerjaan sehari. Di Rokan Hulu, Syahmadi Malau, Ketua Komwil Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS.SMI) Rokan Hulu, memilih membangun dari dasar: memperkuat pembinaan, membuka ruang bagi pelatih untuk berkembang, dan memberi kesempatan kepada atlet muda untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Hasilnya mulai terlihat. Pelatih senior PPS.SMI Rokan Hulu, Yusup Hidayat, S.AP, terpilih mengikuti program Road to Global Stage 2026 dan meraih Sertifikasi Pelatih Internasional (CIC/Certified International Coach). Di saat yang sama, delapan atlet PPS.SMI Rokan Hulu terpilih mewakili Riau dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Jambore PPS Satria Muda Indonesia Pusat di Cibubur, Jakarta.
Dua capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang terus didorong Syahmadi bersama keluarga besar PPS.SMI Rokan Hulu.
Program Road to Global Stage 2026 merupakan program pengiriman pelatih pencak silat ke 25 negara selama tiga bulan, Oktober hingga Desember 2026. Program tersebut diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI).
Yusup Hidayat, yang akrab disapa Pak Iyus Yusup, dijadwalkan mengikuti pembekalan dan pemusatan pelatihan nasional di Hotel Aston Bogor, Jawa Barat, hingga 6 Oktober 2026.
Bagi Syahmadi, kesempatan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembinaan. Ia ingin pelatih dari Rokan Hulu tidak hanya aktif di gelanggang lokal, tetapi juga memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berkembang di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami dari keluarga besar PPS Satria Muda Indonesia Komwil Rokan Hulu sangat bangga. Ini sejarah baru. Pelatih kami Bang Yusup Hidayat terpilih mewakili Riau dalam program ke 25 negara. Ini bukti bahwa pembinaan di daerah tidak kalah dengan pusat,” ujar Syahmadi.
Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh Yusup nantinya diharapkan dapat kembali ke Rokan Hulu dan diteruskan kepada para pelatih serta atlet muda.
“Selamat berjuang. Harumkan nama Rohul, Riau, dan Indonesia. Ilmu yang didapat nanti kami harapkan bisa kembali dan memberi manfaat bagi kemajuan pencak silat di Rokan Hulu,” katanya.
Bagi Syahmadi, pembinaan pencak silat tidak cukup hanya mengejar medali. Yang lebih penting adalah memastikan adanya
regenerasi atlet dan pelatih. Karena itu, keberhasilan Yusup berjalan beriringan dengan munculnya delapan atlet muda PPS.SMI Rokan Hulu yang dipercaya memperkuat kontingen Riau.
Delapan atlet tersebut akan tampil dalam Kejurnas dan Jambore PPS Satria Muda Indonesia Pusat di Cibubur, Jakarta, 14–18 Oktober 2026.
Mereka merupakan hasil seleksi dari berbagai kejuaraan daerah dan dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi bagian dari generasi berikutnya dalam pencak silat Riau.
Bagi Syahmadi, kesempatan tampil di tingkat nasional merupakan proses penting. Atlet tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga belajar menghadapi persaingan, membangun mental bertanding, dan mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh di gelanggang daerah.
“Target kami tidak hanya ikut serta, tetapi membawa pulang prestasi terbaik untuk Riau,” ujar Syahmadi.
Ia pun meminta dukungan dari Bupati Rokan Hulu, Ketua Pengprov IPSI Riau terpilih H. Hardianto, S.E., M.M., serta seluruh masyarakat Rokan Hulu untuk memberikan semangat kepada para atlet yang akan bertanding.
Keberangkatan Yusup ke program internasional dan delapan atlet ke pentas nasional menjadi dua sisi dari satu proses: pembinaan pencak silat dari Rokan Hulu.
Pelatih diberi ruang untuk berkembang. Atlet muda diberi kesempatan untuk bertanding. Pengalaman di tingkat nasional dan internasional diharapkan kembali menjadi modal untuk memperkuat pembinaan di daerah.
Itulah yang ingin dibangun Syahmadi Malau bersama PPS.SMI Rokan Hulu: bukan sekadar mencetak juara hari ini, tetapi menyiapkan generasi pencak silat yang mampu membawa nama Rohul dan Riau lebih jauh.
Dari gelanggang Rokan Hulu, satu pelatih kini bersiap menuju panggung internasional. Delapan atlet bersiap mengibarkan nama Riau di pentas nasional.
Dari Rohul menuju dunia—langkah itu dibangun dari pembinaan yang dimulai hari ini. (Rahmad)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
