Cara Tepat Kembangkan Potensi Anak Versi Sherina Munaf, Orang Tua Wajib Tahu!

Jurnalis: Hanum Aprilia
Kabar Baru, Jakarta – Penyanyi dan aktris Sherina Munaf menekankan pentingnya peran orang tua dalam memfasilitasi ruang eksplorasi bagi anak.
Menurutnya, proses menemukan bakat dan potensi anak membutuhkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru tanpa paksaan sejak dini.
Pernyataan tersebut Sherina sampaikan saat menghadiri bincang-bincang Bebelac Little Star 2026 di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Jumat (24/7/2026) kemaren.
Sebagai Sosok Inspiratif Bebelac Little Star 2026, Sherina membagikan pengalaman pribadinya yang mengawali karier dari rasa ingin tahu yang tinggi.
“Sejak kecil aku memang punya banyak minat. Aku ikut les gambar, balet, piano, nyanyi, bahkan ingin mencoba banyak kegiatan lain karena terinspirasi melihat orang-orang di sekitarku. Semuanya memang berangkat dari rasa ingin mencoba,” ujar Sherina.
Meski sempat kewalahan membagi waktu, orang tua Sherina tetap memfasilitasi rasa ingin tahu sang buah hati.
Melalui proses tersebut, Sherina bertemu dengan almarhum maestro musik Elfa Secioria, sosok yang kemudian membuka jalannya ke industri musik tanah air.
Pelantun lagu Sebelum Selamanya ini mengungkapkan bahwa ia tidak pernah merasa terbebani saat meniti karier di usia muda.
Sebab, kedua orang tuanya mengemas seluruh aktivitas seni tersebut seperti sebuah permainan yang menyenangkan.
“Waktu itu aku benar-benar happy. Nyanyi itu rasanya seperti bermain. Jadi bukan merasa sedang berkarier, tapi memang sedang menikmati proses eksplorasi,” kenang wanita kelahiran Bandung tersebut.
Sherina menambahkan, orang tua memegang peran kunci dalam menciptakan rasa aman bagi anak saat belajar maupun melakukan kesalahan.
Anak-anak juga cenderung meniru antusiasme yang ditunjukkan oleh orang tua mereka terhadap suatu bidang.
Pandangan Sherina ini sejalan dengan penuturan psikolog Ayu Sutomo yang turut hadir dalam acara tersebut.
Ayu menjelaskan bahwa anak-anak hingga usia 10 tahun masih berada dalam fase eksplorasi, sehingga orang tua tidak perlu terburu-buru mematok bakat tertentu.
“Yang paling penting bukan buru-buru menemukan bakat anak. Orang tua perlu memfasilitasi, mengobservasi, memberikan dukungan, dan mengapresiasi setiap baby step yang dilakukan anak,” pungkas Ayu. (*)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
