Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Bisnis Rokok Ilegal Jadi Ladang Cuan, Bea Cukai Jatim Dinilai Tak Becus

Kabarbaru.co
Foto Rokok Ilegal yang beredar di lapangan (Dok.Istimewa).

Jurnalis:

Kabarbaru, Surabaya – Peredaran rokok ilegal di Jawa Timur terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Tingginya beban cukai dan pajak mendorong sebagian produsen memilih jalur ilegal demi menekan biaya produksi sekaligus meraup keuntungan besar.

Dalam satu batang rokok legal, negara menarik tiga jenis pungutan sekaligus, yakni cukai, pajak rokok, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPNHT). Total beban pungutan bahkan mencapai sekitar 68 persen dari harga jual eceran.

Jika satu bungkus rokok dijual seharga Rp20 ribu, sekitar Rp13.600 di antaranya masuk ke kas negara. Kondisi ini membuat margin produsen legal semakin tipis.

Sebaliknya, produsen rokok ilegal dapat menekan biaya produksi hingga sekitar Rp7.000 per bungkus, lalu menjualnya ke distributor dengan harga jauh lebih tinggi. Selisih harga itulah yang membuat bisnis rokok ilegal dinilai sangat menggiurkan.

Menurut Riki (bukan nama sebenarnya), salah satu pelaku usaha rokok ilegal, keuntungan bisa didapat dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

“Kalau modal Rp9 juta, pulangnya bisa bawa Rp100 juta sampai Rp180 juta dalam sekali pengiriman,” ujarnya.

Distribusi rokok ilegal umumnya dilakukan secara terstruktur. Produk dikemas dalam slop berisi 10 bungkus, lalu digabung dalam karton untuk dikirim ke berbagai daerah di luar Madura. Harga jual di tingkat distributor bisa mencapai Rp1,5 juta per karton.

“Kalau modalnya Rp80 juta, itu bisa beli sekitar 80 karton,” beber Riki. Dari skema tersebut, pelaku dapat meraup omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam sekali pengiriman.

Keuntungan bahkan bisa hampir dua kali lipat dari modal awal. “Modal Rp1,5 juta, pulangnya Rp3 juta. Tinggal naruh di toko, selesai,” katanya.

Rokok ilegal diproduksi di gudang-gudang tidak resmi, dengan bahan baku murah dan tenaga kerja harian tanpa jaminan. Harga jualnya berkisar 30–50 persen lebih murah dibanding rokok bercukai, sehingga mudah terserap pasar.

Di tingkat pengecer, rokok ilegal dijual sekitar Rp15 ribu per bungkus. Meski lebih murah, margin keuntungan tetap besar karena tidak ada beban pajak. Oki (bukan nama sebenarnya), salah seorang penjual di Surabaya, mengaku mampu meraup keuntungan harian cukup stabil.

“Tinggal naruh di toko, selesai,” ujarnya singkat. Dalam sehari, ia bisa memperoleh laba bersih sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Oki menjajakan rokok menggunakan koper kayu yang diletakkan di atas jok motor sebagai etalase. Ia juga membawa kontainer plastik berisi stok rokok dari pemasok di Madura. Biasanya, ia berjualan mulai pukul 16.30 WIB hingga 22.30 WIB.

“Kalau ambil barang lagi paling cepat dua minggu sekali. Enggak tentu juga. Tergantung stok masih ada atau tidak,” katanya.

Kerugian terbesar tentu dirasakan negara. Pada 2024, potensi penerimaan cukai yang hilang akibat peredaran rokok ilegal diperkirakan mencapai Rp12 triliun.

Meski undang-undang mengatur sanksi berat berupa denda hingga 10 kali nilai cukai serta pidana penjara maksimal lima tahun, praktik rokok ilegal masih terus berkembang.

Para pelaku menilai risiko tersebut sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. “Kalau ketangkap, ya rugi juga. Tapi kalau lancar, ya sejahtera. Jangan sampai ketangkap, lah,” kata Oki.

Tingginya permintaan rokok murah di tengah tekanan ekonomi membuat pasar gelap terus tumbuh,Tanpa pengawasan yang lebih ketat serta edukasi konsumen yang masif.

Bea cukai jatim dinilai tidak becus dalam menangani peredaran rokok ilegal yang marak di Jawa Timur,Peredaran rokok ilegal diperkirakan akan terus menjadi industri bayangan yang menggerus penerimaan negara hingga triliunan rupiah setiap tahun

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store