Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

George Soros Suntik Dana Rp28 Triliun ke Yayasan Kurawal untuk Kritik Prabowo

Salinan dari Desain Tanpa Judul (76)
Miliarder Amerika Serikat, George Soros saat jadi Pembicara (Dok: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Jagat politik tanah air mendadak gempar setelah bocornya dokumen internal Open Society Foundations (OSF), jaringan filantropi global milik miliarder Amerika Serikat, George Soros.

Dokumen tersebut mengungkap alokasi dana fantastis senilai US$1,8 juta atau sekitar Rp28 triliun untuk periode 2026-2028 yang menyasar gerakan masyarakat sipil di Indonesia melalui Yayasan Kurawal di Jakarta.

Melansir laporan Sunday Guardian Live pada 8 Maret 2026, OSF menyokong 80 persen dari total dana tersebut.

Sementara itu, 20 persen sisanya berasal dari Taiwan Foundation for Democracy, sebuah lembaga berbasis di Taipei yang mendapatkan pendanaan langsung dari pemerintah Taiwan.

Kritik Pemerintahan Prabowo

Dokumen strategi Kurawal periode 2024-2029 yang bertajuk Building Bridges, Filling Gaps secara terang-terangan melontarkan kritik pedas terhadap arah politik Indonesia.

Laporan tersebut menggambarkan era kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai dekade pembongkaran demokrasi.

Lebih provokatif lagi, dokumen itu menyematkan julukan King of Ashes atau Raja Abu untuk menggambarkan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Istilah ini menyiratkan narasi kehancuran dan tantangan politik besar yang sengaja dibangun untuk memicu perlawanan sipil serta memperluas keterlibatan LSM dalam ruang politik lokal.

Dari Pesantren hingga Akademisi

OSF dan Kurawal dilaporkan telah memetakan lima jalur utama untuk mengonsolidasi kekuatan sipil jangka panjang. Alokasi dana tersebut terbagi ke dalam beberapa pos strategis:

  • US$500 ribu untuk mobilisasi akar rumput.

  • US$500 ribu untuk kepemimpinan pemuda.

  • US$500 ribu untuk memantau proses pengambilan keputusan pemerintah.

  • US$300 ribu untuk membangun jaringan dengan akademisi dan tokoh agama.

Beberapa program konkret bahkan sudah berjalan, seperti Program NAHDHAH senilai Rp1,6 miliar yang menyasar pemimpin progresif di lingkungan pesantren dan organisasi Islam besar di Indonesia.

Selain itu, terdapat Sekolah Ekologi Politik senilai Rp217,4 juta dan riset penghubung gerakan kelas pekerja melalui Asia Research Centre UI dengan kucuran dana Rp1,2 miliar.

Kewaspadaan Nasional

Keterlibatan George Soros dalam dinamika internal Indonesia bukan hal baru.

Sejumlah analis, termasuk mantan Kepala BIN Hendropriyono, kerap menyoroti jejaring Soros yang menyalurkan dana ke berbagai LSM untuk mengkritik kebijakan pemerintah sejak era 1990-an.

Bocornya dokumen ini memicu spekulasi publik mengenai adanya upaya intervensi asing yang dibungkus dengan narasi penguatan demokrasi.

Hal ini sangat kontras dengan kebijakan Presiden Prabowo yang justru tengah menggenjot anggaran riset nasional hingga Rp12 triliun demi mencapai swasembada pangan dan energi di tengah ketegangan geopolitik global antara blok Barat dan BRICS.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store