Memahami Kesehatan Mental: Mengapa Penting untuk Generasi Muda Saat Ini

Editor: Bahiyyah Azzahra
Kabar Baru, Opini – Kesehatan mental menjadi salah satu isu yang semakin banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda. Tekanan akademik, tuntutan sosial, perubahan lingkungan, serta ekspektasi yang tinggi sering kali membuat individu merasa cemas, tertekan, bahkan kehilangan arah. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap kesehatan mental sebagai hal sepele atau tabu untuk dibicarakan.
Dalam psikologi, kesehatan mental tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga sebagai kondisi ketika individu mampu mengenali potensi dirinya, mengelola stres kehidupan sehari-hari, bekerja secara produktif, serta berkontribusi secara positif di lingkungan sosialnya. Artinya, seseorang bisa saja tampak “baik-baik saja” secara fisik, namun sebenarnya sedang mengalami kelelahan mental.
Generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, berada pada fase perkembangan yang penuh dengan perubahan. Pada tahap ini, individu sedang membentuk identitas diri, menentukan tujuan hidup, dan belajar menghadapi berbagai tuntutan. Jika tidak dibekali dengan kemampuan pengelolaan emosi yang baik, tekanan tersebut dapat berdampak pada menurunnya motivasi belajar, kepercayaan diri, bahkan relasi sosial.
Salah satu faktor yang sering memengaruhi kesehatan mental adalah cara individu memandang dirinya sendiri. Pola pikir negatif, seperti sering menyalahkan diri, merasa tidak cukup baik, atau membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain, dapat memperburuk kondisi psikologis. Dalam psikologi kognitif, hal ini dikenal sebagai distorsi kognitif, yaitu cara berpikir yang tidak realistis dan cenderung merugikan diri sendiri.
Selain itu, kurangnya kemampuan mengungkapkan emosi juga menjadi masalah yang cukup umum. Banyak individu terbiasa memendam perasaan karena takut dianggap lemah atau merepotkan orang lain. Padahal, mengekspresikan emosi secara sehat merupakan bagian penting dari regulasi emosi. Berbicara dengan orang terpercaya, menulis jurnal, atau melakukan aktivitas yang menenangkan dapat membantu menjaga keseimbangan psikologis.
Peran lingkungan juga tidak kalah penting dalam mendukung kesehatan mental. Dukungan keluarga, teman, dan institusi pendidikan dapat menjadi faktor protektif yang membantu individu bertahan dalam situasi sulit. Lingkungan yang aman, terbuka, dan tidak menghakimi akan mendorong individu untuk lebih berani mencari bantuan ketika mengalami kesulitan psikologis.
Upaya menjaga kesehatan mental sebaiknya dilakukan secara sadar dan berkelanjutan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mengenali batas diri, mengatur waktu istirahat, menjaga pola tidur, serta mengembangkan kebiasaan refleksi diri. Jika diperlukan, mencari bantuan profesional seperti konselor atau psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara psikologis dan emosional.
Penulis : Irene Gracya Situmorang, Program Studi Psikologi, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC).
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

