Bukan Sekadar Teken Kerja Sama, Ditpolairud dan Basarnas Uji Kesiapan Evakuasi Korban Tenggelam

Jurnalis: Moh Nasir
kabarbaru, Pekanbaru – Kecelakaan di perairan menuntut respons cepat dan koordinasi yang terukur. Untuk memperkuat kemampuan menghadapi situasi darurat tersebut, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau menggandeng Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru melalui kerja sama teknis yang disertai simulasi water rescue dan evakuasi korban tenggelam.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Teknis di Markas Komando Ditpolairud Polda Riau, Rabu (4/11/2026), mulai pukul 09.30 WIB. Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kemampuan personel dalam operasi pencarian, pertolongan, dan penyelamatan di wilayah perairan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dirpolairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, S.I.K., bersama jajaran pejabat utama Ditpolairud. Turut hadir Kabag Kerma Roops Polda Riau AKBP Yudhi Palmi, D.J., S.I.K., M.Si., Kabagbinopsnal Ditsamapta Polda Riau AKBP Lilik Eko Putro, S.Sos., serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., bersama jajaran Basarnas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel gabungan dan sambutan kedua pimpinan instansi. Setelah penandatanganan kesepakatan, agenda berlanjut ke simulasi penyelamatan korban tenggelam. Latihan ini menjadi bagian penting untuk menguji keterampilan personel, kecepatan respons, serta ketepatan koordinasi ketika menghadapi kecelakaan di perairan.
Dalam operasi penyelamatan, keterlambatan dan lemahnya koordinasi dapat memperbesar risiko bagi korban. Karena itu, latihan bersama tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang untuk menyelaraskan prosedur dan kemampuan teknis antarpersonel di lapangan.
Melalui kerja sama tersebut, Ditpolairud Polda Riau dan Basarnas Pekanbaru diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari kecelakaan kapal hingga peristiwa orang tenggelam. Kolaborasi kedua lembaga juga diharapkan mempercepat proses pencarian dan pertolongan serta meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Sinergi ini menegaskan bahwa tugas penyelamatan di perairan membutuhkan kerja bersama. Bukan hanya kehadiran petugas, tetapi juga kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi yang efektif agar setiap upaya pertolongan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Penulis: Rahmad
Kabarbaru.co | Riau
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
