Refleksi 24 Tahun Car Free Day, Dorong Budaya Pilah Sampah di DKI Jakarta

Jurnalis: Achmad Salim
Kabar Baru, Jakarta – Momentum 24 tahun pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jakarta terbukti tidak sekadar menjadi instrumen penekan polusi udara.
Ruang publik ini kini menjelma sebagai penggerak utama edukasi lingkungan massal, mulai dari budaya memilah sampah hingga dorongan gaya hidup ramah lingkungan bagi warga ibu kota.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Triyana, menegaskan bahwa CFD merupakan wadah paling efektif untuk menumbuhkan kesadaran ekologis warga secara sukarela.
“CFD menjadi momen edukasi lingkungan terbaik karena masyarakat berkumpul secara sukarela. Di sinilah kami menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Triyana dalam talkshow bertajuk Perjalanan 24 Tahun Car Free Day (CFD) di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pembentukan kesadaran lingkungan membutuhkan keteladanan nyata di ruang publik, bukan sekadar kampanye verbal.
Integrasi Transportasi dan Ruang Publik
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Renny Dwi Astuti, menggarisbawahi pentingnya percepatan integrasi moda transportasi umum di Jakarta.
Sinergi antara MRT, LRT, TransJakarta, serta angkutan pengumpan (feeder) menjadi strategi jangka panjang untuk memangkas emisi kendaraan pribadi secara sistematis.
Renny menegaskan bahwa setiap peralihan perjalanan warga ke transportasi publik memberikan kontribusi langsung terhadap perbaikan kualitas udara Jakarta.
Selain isu emisi, pihaknya terus memastikan CFD menjadi ruang publik yang inklusif, termasuk melalui penyediaan layanan dan fasilitas khusus bagi lansia serta penyandang disabilitas.
Menurutnya, tingkat keberhasilan sebuah ruang publik diukur dari sejauh mana ruang tersebut ramah bagi semua kalangan.
Perubahan Gaya Hidup Perkotaan
Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) sekaligus pelopor CFD, Ahmad Safrudin, menilai kegiatan yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade ini berhasil mengubah paradigma mobilitas warga perkotaan.
Perubahan menuju gaya hidup ramah lingkungan membutuhkan konsistensi dan contoh nyata yang terus terbangun secara berkelanjutan.
Melalui konsistensi selama 24 tahun, CFD membuktikan keberhasilannya sebagai pemicu utama transformasi gaya hidup sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta hingga saat ini.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
