Sumpah Pemuda ke-98, Kodim Purwakarta Serukan Patriotisme dan Empati

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Kodim 0619/Purwakarta menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Makodim 0619/Purwakarta, Jalan K.K. Singawinata Nomor 111, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, patriotisme, dan kepedulian sosial dalam membangun masa depan bangsa.
Upacara yang diikuti 85 peserta itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”. Pelaksanaannya berlangsung khidmat dengan melibatkan personel TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0619/Purwakarta.
Kasdim 0619/Purwakarta Mayor Inf Jaja Jamaludin bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Danramil 1906/Sukatani Kapten Arm I Komang bertugas sebagai komandan upacara, sedangkan Pasi Pers Kodim 0619/Purwakarta Kapten Inf M. Heri bertindak sebagai perwira upacara.
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan oleh anggota Provost Kodim 0619/Purwakarta. Adapun pembacaan keputusan Kongres Pemuda dipercayakan kepada Serma Mujiono, anggota Kodim 0619/Purwakarta.
Pasukan upacara terdiri atas satu kelompok perwira Kodim 0619/Purwakarta, dua satuan setingkat peleton (SST) anggota Kodim 0619/Purwakarta, serta satu satuan setingkat regu (SSR) PNS Kodim 0619/Purwakarta.
Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakannya, Mayor Inf Jaja Jamaludin menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928.
“Semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian pesan dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan pada upacara tersebut.
Amanat tersebut menegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun kekayaan materi. Kemajuan sejati harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia, karakter yang kuat, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menanamkan tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Sikap patriotik diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata untuk bangsa, kegigihan tercermin dari semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, sedangkan empati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap kesulitan yang dialami orang lain.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian penegasan dalam amanat tersebut.
Pesan itu juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, mengembangkan potensi, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemuda tidak hanya dituntut memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kesediaan untuk melayani dan membantu sesama.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kodim 0619/Purwakarta turut meneguhkan pentingnya menjaga persatuan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman. Semangat perjuangan para pemuda diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan. (*)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
WahGenz
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
