Dari Literasi Keuangan hingga Simulasi Bisnis, 30 Warga Binaan Lapas Malang Disiapkan Bangun Usaha

Jurnalis: Wafil M
Kabar Baru, Malang — Sebanyak 30 warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang mengikuti pelatihan literasi keuangan dan simulasi bisnis melalui Program G.R.O.W. yang digelar Tim MELESAT Universitas Brawijaya (UB), Kamis–Jumat (27–28/8/2026).
Program yang merupakan bagian dari inisiatif ACTION (Agent of Change for Financial Literacy & Inclusion) Asuransi Astra bersama Universitas Brawijaya ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan membangun kemandirian finansial setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Para peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan vokasional di Lapas, seperti menjahit, ecoprint, dan kerajinan tangan.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi literasi keuangan dasar dan digital, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola pendapatan dan pengeluaran, menabung, menyusun anggaran, hingga memahami penggunaan uang elektronik, dompet digital, QRIS, dan perbankan digital.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, perlindungan data pribadi, serta kewaspadaan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi, ice breaking, pre-test dan post-test, serta penyusunan Plan to Future untuk membantu peserta merancang kehidupan setelah bebas.
Salah satu peserta, Silvi Handayani, mengatakan program tersebut memberinya pengetahuan baru mengenai manajemen keuangan dan peluang usaha.
“Banyak yang saya dapat dari Program GROW ini, terutama dari manajemen keuangan. Saya bisa mencari peluang usaha yang lain. Saat keluar, saya bisa membuat usaha baru dan membuka lapangan usaha untuk yang lain,” ujar Silvi.
Pada hari kedua, peserta didampingi Tim MELESAT UB menyusun Business Model Canvas (BMC) untuk merancang usaha secara sistematis, mulai dari menentukan produk, target konsumen, strategi pemasaran, hingga kebutuhan usaha.
Peserta kemudian mengikuti simulasi pasar melalui marketplace digital. Mereka mempraktikkan proses menentukan alat dan bahan, menghitung biaya produksi, hingga menetapkan harga jual berdasarkan rencana bisnis yang telah disusun.
Kegiatan ditutup dengan materi literasi asuransi bersama Asuransi Astra serta penyerahan buah tangan kepada pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Malang.
Program G.R.O.W. yang merupakan akronim dari Gauge, Refine, Organize, dan Workshop Simulation ini juga menghasilkan Financial Business Blueprint dan profil usaha peserta yang dapat dikembangkan melalui marketplace binaan.
Kedepan, Tim MELESAT UB akan melakukan monitoring dan pendampingan untuk memastikan rencana usaha peserta dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Kerja sama dengan marketplace juga terbuka untuk memperluas akses pemasaran produk warga binaan.
Program ini diharapkan tidak berhenti di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di lembaga pemasyarakatan lainnya agar semakin banyak warga binaan perempuan memiliki bekal literasi keuangan dan keterampilan usaha untuk membangun kemandirian ekonomi setelah bebas.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
