Bung Hatta Jadi Inspirasi, 100 Pelajar Digembleng Menjadi Pemimpin Masa Depan

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru Padang – Sebanyak 100 Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Indonesia Student Leadership Training (ISLT) dan Media Edukasi 2026. Kegiatan nasional tersebut resmi dibuka di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Selasa (11/8/2026) malam.
Pembukaan ISLT 2026 berlangsung khidmat dan sarat nuansa kebangsaan. Momen tersebut sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-124 Mohammad Hatta, salah satu Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikenal sebagai sosok negarawan sekaligus teladan dalam kepemimpinan dan kehidupan demokrasi.
Kegiatan yang digagas Yayasan Proklamator Bung Hatta (YPBH) melalui Bidang Hatta Aksara Project sebagai bagian dari Barisan Muda YPBH ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Kooperatif”.
Program tersebut berlangsung selama delapan hari, 11–18 Agustus 2026, dengan tujuan membentuk 100 pemimpin muda yang diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai keteladanan Bung Hatta sekaligus menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah, masyarakat, dan daerah masing-masing.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi hadir sekaligus membuka kegiatan. Ia mengapresiasi konsistensi YPBH dalam menghadirkan ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda.
Mahyeldi menilai pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendidikan dan pembentukan karakter. Menurutnya, penghormatan terhadap tokoh bangsa tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial.
“Merawat dan menghidupkan pemikiran tokoh bangsa harus diwujudkan melalui jalur pendidikan dan pembentukan karakter, bukan sekadar melalui perayaan atau simbol-simbol semata,” ujar Mahyeldi.
Ia berharap para peserta ISLT mampu menjadikan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Bung Hatta sebagai landasan dalam menjalankan peran sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin masa depan.
Sementara itu, Ketua YPBH, Prof. Ris. Maizar Rahman, menegaskan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak semata-mata diukur berdasarkan jabatan maupun kekuasaan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat dan dampak positif yang mampu diberikan kepada orang lain.
“Seorang pemimpin sejati bukanlah seseorang yang memiliki kekuasaan, melainkan seseorang yang mampu memberikan dampak positif. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang berani bersuara; mengatakan bahwa yang benar itu benar, dan yang salah itu salah, sekalipun hal tersebut tidak populer,” tegasnya.
Ia berharap ISLT dapat menjadi ruang pembentukan karakter bagi para peserta agar kelak tumbuh sebagai pemimpin yang memiliki kecakapan intelektual, keberanian, integritas, serta moral yang kuat.
“Karakter kepemimpinan seperti yang dicontohkan Bung Hatta harus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda, bukan hanya dipelajari sebagai sejarah,” ujarnya.
Project Director ISLT 2026, Hafiz Al Habsy, mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan tahun ketiga sejak program tersebut pertama kali digelar pada 2024.
“ISLT ini sudah masuk tahun ketiga dan alhamdulillah kami konsisten melaksanakannya sejak 2024. Pada tahun ketiga ini, kami mengangkat pertanyaan filosofis utama mengenai apa yang sebenarnya menjadi tolok ukur dari masyarakat kooperatif,” kata Hafiz.
Menurutnya, konsep masyarakat kooperatif tidak hanya berbicara mengenai kemampuan bekerja sama, tetapi juga menyangkut empati, kepedulian, dan kepekaan sosial. Karena itu, peserta didorong untuk mampu memahami persoalan di sekitarnya dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat.
“Bung Hatta adalah indikator sekaligus role model bagaimana karakter generasi muda Indonesia seharusnya dibentuk,” katanya.
Hafiz juga mengungkapkan adanya perkembangan positif terkait keberlanjutan program ISLT. Konsistensi pelaksanaan dan dampak positif program tersebut membuka peluang dukungan Kementerian Kebudayaan pada pelaksanaan tahun berikutnya, khususnya untuk pengembangan kurikulum pendidikan kooperatif yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Pembukaan ISLT 2026 turut dihadiri Wakil Ketua YPBH sekaligus Bupati Agam periode 2020–2024, Andri Warman, beserta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan resepsi Harlah ke-124 Bung Hatta. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi salah satu agenda utama sebelum dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh jajaran tokoh yang hadir.
Pemukulan gong tersebut menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian ISLT dan Media Edukasi 2026 yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda berkarakter, berintegritas, memiliki kepekaan sosial, serta siap mengambil peran dalam membangun Indonesia.
Melalui ISLT 2026, nilai-nilai keteladanan Bung Hatta diharapkan tidak berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi sikap, karakter, dan tindakan nyata generasi muda di tengah tantangan zaman. (Red)
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamikapost.com
Radar Baru
Seedbacklink
