Atep Heru Berpulang, Ada Kisah Kemanusiaan yang Tak Terlupakan di Bela Purwakarta

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Keluarga besar Bela Purwakarta (Belpur) tengah berduka. Salah satu anggota yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, Atep Heru Susela, meninggal dunia di usia 34 tahun.
Kepergian Atep meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan kolega di Kabupaten Purwakarta. Semasa hidup, Atep dikenal bukan hanya sebagai pemuda yang memiliki beragam talenta, tetapi juga sosok yang konsisten terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan dan aksi kepedulian terhadap sesama.
Atep Heru Susela merupakan putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Sobarna dan Oom Komariah. Di lingkungan Bela Purwakarta, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan mudah terlibat dalam berbagai kegiatan.
Bela Purwakarta sendiri merupakan wadah silaturahmi yang menghimpun berbagai komunitas, kelembagaan, tokoh masyarakat, serta individu dengan beragam potensi dan latar belakang.
Di bidang kreativitas, Atep memiliki kemampuan sebagai penyanyi, MC, dan host. Ia juga dikenal memiliki bakat kreatif yang kerap memberikan warna dalam berbagai kegiatan di Purwakarta. Bahkan, semasa hidupnya Atep sempat merilis sebuah single berjudul “Meninggalkanku”.
Namun, bagi keluarga besar Bela Purwakarta, kontribusi Atep tidak berhenti pada bidang seni dan kreativitas. Kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan menjadi salah satu hal yang paling dikenang.
Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, mengatakan Atep merupakan sosok yang selalu menunjukkan kepedulian ketika ada kegiatan penggalangan dana maupun aksi kemanusiaan.
Menurutnya, dalam sejumlah kegiatan yang digelar Bela Purwakarta untuk membantu masyarakat terdampak musibah dan bencana, Atep kerap hadir tanpa harus menunggu instruksi.
“Yang patut dibanggakan dan menjadi sikap teladan dari Atep Heru, di luar prestasinya sebagai pemuda multitalenta, adalah militansinya dalam kegiatan peduli kemanusiaan,” kata Aa Komara. Selasa (29/9/2026)
Ia menuturkan, Bela Purwakarta selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan penggalangan dana, baik untuk membantu warga yang terdampak musibah di Purwakarta maupun di luar daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Atep tidak hanya hadir sebagai pengisi acara. Kemampuannya sebagai penyanyi dan pembawa acara juga kerap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial tersebut.
“Atep Heru selalu sigap. Tanpa perlu dikomando, tiba-tiba sudah ada di lokasi dan siap menyumbangkan suara merdunya untuk memeriahkan acara galang dana atau menjadi pemandu acara. Itu yang saya kagum dari Atep,” ujarnya.
Kepergian Atep juga mengingatkan keluarga besar Bela Purwakarta pada sejumlah aktivis dan pegiat sosial yang sebelumnya telah berpulang.
Aa Komara menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, Bela Purwakarta telah kehilangan sejumlah sosok yang memiliki peran dalam kegiatan komunitas dan aksi sosial. Mereka antara lain Wahyu, Ketua Komunitas Ojol GOBERS (Gojek Bersatu); Suripto, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI); Luki, Ketua Ormas GAPSA; serta Meita Affandi, Founder I’M Production yang bergerak di bidang modeling.
Kini, Atep Heru Susela menjadi sosok berikutnya yang meninggalkan kenangan bagi keluarga besar Bela Purwakarta.
“Kami tidak akan melupakan peranan dan jasa mereka sampai kapan pun. Banyak kenangan, terutama dalam momentum aksi peduli kemanusiaan,” ungkap Aa Komara bersama Ali Novel Magad, Boriel, dan para pengelola Bela Purwakarta lainnya.
Mereka berharap segala kebaikan dan pengabdian yang telah diberikan para almarhum semasa hidup menjadi amal yang mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
Penghormatan terhadap Atep Heru Susela juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Dr. Aep Durohman, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta, Rhana Cahya Nugraha, turut menyampaikan ucapan belasungkawa melalui video.
Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kiprah Atep selama hidupnya, khususnya dalam kegiatan kepemudaan, kreativitas, kemasyarakatan, dan aksi sosial.
Kini, suara dan kehadiran Atep mungkin tidak lagi terdengar dalam berbagai kegiatan. Namun, bagi orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya, jejak kebaikan dan kepeduliannya akan tetap menjadi bagian dari kenangan.
Atep Heru Susela telah berpulang. Namun, kebaikan yang pernah ditanamkan akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenalnya.
Gone but not forgotten.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Poros Merdeka
Portal Tujuh
Idealita News
Kita Notice
Dinamika Post
Radar Baru
Seedbacklink
