Jala Masih Terikat, Pria 60 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Cilamaya

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Seorang pria berinisial D (60), warga Kampung Ciparungsari RT 05/RW 02, Desa Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Cilamaya, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Informasi mengenai penemuan korban tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Cibatu, Polres Purwakarta. Kanit Intel Polsek Cibatu AIPTU Budi Basuki bersama sejumlah personel mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan situasi tetap kondusif.
Korban yang diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas itu ditemukan dalam kondisi mengapung di aliran sungai. Saat ditemukan, tali jala ikan masih terlihat terikat pada tangan sebelah kirinya.
Petugas bersama pihak terkait kemudian melakukan evakuasi korban dari aliran Sungai Cilamaya ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan petugas dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini mengatakan, respons cepat personel merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat.
“Ketika menerima informasi adanya warga yang membutuhkan penanganan, personel kami segera mendatangi lokasi. Polri hadir untuk membantu proses penanganan dan memastikan evakuasi berjalan dengan aman,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika mencari ikan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama ketika mencari ikan. Perhatikan kondisi arus dan cuaca serta jangan mengambil risiko apabila situasi tidak memungkinkan,” katanya.
IPTU Tini menambahkan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang membutuhkan pertolongan.
“Jika menemukan kejadian yang membutuhkan pertolongan, segera laporkan kepada petugas. Informasi yang cepat akan membantu proses penanganan dan evakuasi dilakukan sesegera mungkin,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sekitar sungai, sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat dalam penanganan setiap kondisi darurat di tengah masyarakat. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Dinamikapost.com
Radar Baru
Seedbacklink
