Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Becak Listrik Prabowo Resmi Mengaspal di Purwakarta

IMG_20260930_204807
Bah Ajat, penerima manfaat becak listrik, mengaku bersyukur karena bantuan tersebut meringankan aktivitasnya sebagai pengayuh becak.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Purwakarta. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Alun-Alun Kiansantang, Jalan Mr. Dr. Kusumaatmadja, Kabupaten Purwakarta, Rabu (30/9/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi para pengayuh becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut dan mulai mengalami keterbatasan tenaga untuk mengayuh becak konvensional.

Kegiatan serah terima turut dihadiri Koordinator Becak Listrik Indonesia, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra Maula Akbar Mulyadi Putra, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta beserta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Dandim 0619/Purwakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Wakapolres Purwakarta, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, serta sejumlah tamu undangan.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan, bantuan becak listrik merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, terutama para pengayuh becak yang selama ini mengandalkan kekuatan fisik dalam menjalankan pekerjaannya.

Menurut Firman, para pengayuh becak harus menghadapi berbagai kondisi ketika bekerja, mulai dari cuaca panas, hujan, hingga medan jalan yang menanjak dan membutuhkan tenaga lebih besar.

“Adanya becak listrik ini minimal bisa membantu meringankan beban fisik bapak-bapak sekalian. Ini bagian dari negara hadir untuk mengatasi kesulitan masyarakat,” ujar Firman dalam sambutannya.

Firman menegaskan, becak listrik yang diterima masyarakat merupakan amanah yang harus dirawat dan digunakan sebagaimana mestinya.

Ia mengingatkan para penerima manfaat agar tidak menjual, menyewakan atau menggadaikan kendaraan tersebut.

“Tolong dirawat baik-baik dan jangan dijual, jangan direntalkan, dan jangan digadaikan. Ini pemberian amanah yang diberikan kepada bapak-bapak melalui Yayasan GSN,” katanya.

Firman menyebut nilai satu unit becak listrik sekitar Rp22 juta, termasuk biaya pengiriman. Bantuan tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada penerima manfaat.

Ia juga memastikan para penerima manfaat telah mendapatkan pelatihan sebelum menggunakan becak listrik, sehingga diharapkan mampu mengoperasikannya dengan aman.

Selain bantuan kendaraan, Firman berharap tersedia fasilitas pengisian daya yang dapat dimanfaatkan para penerima manfaat. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk menyiapkan fasilitas pengisian daya secara gratis melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Untuk pengisian daya, kami mohon Pak Bupati bisa menyiapkan tempat pengisian becak listrik. Kalau bisa pengisiannya gratis bagi para penerima manfaat,” ujarnya.

Firman juga mendorong adanya perhatian terhadap perlindungan sosial bagi para pengayuh becak, termasuk kepesertaan BPJS, mengingat sebagian penerima manfaat merupakan masyarakat berusia lanjut.

“Bagaimanapun juga, usia seperti ini membutuhkan jaminan. Kalau bisa, Pak Bupati mengupayakan BPJS,” katanya.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap para pengayuh becak yang masih menjalankan profesinya di tengah keterbatasan fisik akibat faktor usia.

“Ini bentuk kasih sayang Pak Prabowo terhadap masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Purwakarta. Pengayuh becak di Purwakarta yang usianya sudah 55 tahun dan sudah tidak kuat lagi mengayuh, diberikan becak listrik oleh Pak Presiden,” ujar Om Zein.

Ia menjelaskan, bantuan becak listrik tersebut tidak diperuntukkan bagi seluruh pengayuh becak tanpa kriteria. Penerima manfaat diprioritaskan kepada pengayuh yang masih menjalankan profesinya dan telah berusia sekitar 55 tahun atau lebih serta mengalami keterbatasan tenaga untuk mengayuh becak konvensional.

Menurut Om Zein, para penerima manfaat tetap dapat menjalankan aktivitas di lokasi mangkal masing-masing sebagaimana sebelum menerima bantuan.

“Tempat mangkalnya tetap di tempat biasa mereka bekerja. Mereka tetap menjalankan aktivitas di wilayah masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, becak listrik tersebut dapat digunakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi jarak dekat, termasuk menuju pasar maupun fasilitas umum, selama masih berada dalam jalur operasional pengayuh.

Salah seorang penerima manfaat, Bah Ajat, pengayuh becak yang biasa mangkal di sekitar Puskesmas Kota, Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan becak listrik.

“Sangat bersyukur dan merasa terbantu. Saya sudah tua, tenaga sudah berkurang. Sekarang diberikan becak listrik, alhamdulillah,” kata Bah Ajat.

Bah Ajat mengungkapkan, dirinya telah menjalani profesi sebagai pengayuh becak sejak sekitar tahun 2000-an. Selama bertahun-tahun, ia menggunakan becak konvensional untuk mencari nafkah.

Setelah menerima bantuan, Bah Ajat telah mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik. Ia mengaku mulai mampu mengoperasikannya meski masih membutuhkan latihan.

“Sudah belajar dan sudah dites. Alhamdulillah sedikit-sedikit sudah bisa, meskipun belum lancar,” ujarnya.

Untuk aktivitas selanjutnya, Bah Ajat berencana tetap mangkal di sekitar Puskesmas Kota, lokasi yang selama ini menjadi tempatnya mencari penumpang.

Ia berharap kehadiran becak listrik dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan jasa becak sekaligus membantu para pengayuh yang sudah tidak lagi memiliki tenaga seperti ketika masih muda.

“Harapannya mudah-mudahan para penumpang beralih ke becak ini. Kalau becak biasa mungkin ada orang yang merasa malu melihatnya. Kalau becak listrik ini kan lebih modern dan menarik,” tutur Bah Ajat.

Penyerahan 100 unit becak listrik tersebut menjadi bagian dari upaya membantu para pengayuh becak di Purwakarta agar tetap dapat menjalankan mata pencaharian dengan beban fisik yang lebih ringan. Di sisi lain, keberadaan kendaraan listrik tersebut juga diharapkan dapat mendukung penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan di tengah masyarakat. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store