Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Program INKLUSI dan IPPNU Dorong Anak Cegah Kekerasan, Perkawinan

Program INKLUSI dan IPPNU Dorong Anak Cegah Kekerasan, Perkawinan
Program INKLUSI dan IPPNU Dorong Anak Cegah Kekerasan, Perkawinan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Sorong – Tim Submitra Program INKLUSI Lakpesdam PCNU dan PC Fatayat NU Kabupaten Sorong bersama PW IPPNU Papua Barat Daya menggelar edukasi dan diskusi bersama anak dan pelajar di Pendopo Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan melibatkan Forum Anak Kabupaten Sorong dan sejumlah pelajar yang mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif.

Koordinator INKLUSI, Fahmi A. Suryateja, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran para peserta. Ia mendorong anak-anak untuk tumbuh sehat, mengembangkan potensi, serta berani mengejar cita-cita.

Edukasi kemudian dilanjutkan melalui sesi BISIK (Bincang Asik) bersama PW IPPNU Papua Barat Daya. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kekerasan terhadap anak, termasuk bullying, serta pentingnya mencegah perkawinan anak.

Materi disampaikan oleh Marhaban Istiqamah Ode dan Ziyah dari IPPNU. Keduanya mengajak peserta memahami bahwa kekerasan terhadap anak tidak selalu berbentuk tindakan fisik.

Hinaan, ejekan, maupun bullying juga dapat menjadi bentuk kekerasan yang memberikan dampak terhadap kondisi mental dan fisik anak.

Selain kekerasan, peserta juga diajak membahas berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya perkawinan anak, mulai dari pergaulan berisiko, perjodohan, kehamilan sebelum menikah hingga relasi pacaran yang tidak sehat.

Peserta diberikan pemahaman bahwa perkawinan anak dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, kondisi psikologis, keberlanjutan pendidikan, hingga kesempatan anak dalam meraih cita-cita.

Anak Diajak Berani Bersuara

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) menggunakan sejumlah studi kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual, hak anak, pendidikan, dan perkawinan anak.

Melalui diskusi tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta gagasan mengenai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena anak tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan ikut mencari solusi.

Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Sorong yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan arahan kepada para peserta.

Ia mengingatkan anak-anak agar menjaga pergaulan dan memilih lingkungan pertemanan yang baik sehingga tidak menghambat pendidikan maupun cita-cita mereka.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan rencana pembentukan ketua Forum Anak Kabupaten Sorong yang baru pada November mendatang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan permainan estafet karton yang bertujuan membangun kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antarpeserta.

Melalui kegiatan tersebut, Program INKLUSI bersama PW IPPNU Papua Barat Daya menegaskan pentingnya keterlibatan anak dalam upaya perlindungan anak.

Anak-anak tidak hanya didorong untuk memahami hak-haknya, tetapi juga berani berbicara, menyampaikan pendapat, serta mengambil peran dalam mencegah kekerasan dan perkawinan anak di lingkungan mereka.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store