Mahasiswa ISI Surakarta Asah Kompetensi Profesional Melalui Magang Berdampak di Industri

Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Depok, 25 Juli 2026 – Toshiro Adilfi Wilmer Deevan, mahasiswa Program Studi Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, tengah menyelesaikan rangkaian Program Mahasiswa Berdampak (PMB) skema magang di PT Tata Wastu Asia (TWA). Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dirancang untuk memperluas peran mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pembelajar, melainkan mampu memberikan solusi penting atau konkret terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Berlangsung selama empat bulan dari April hingga Juli 2026, program yang disetarakan dengan bobot 20 SKS ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat penuh secara profesional di industri desain interior.
Bertempat di konsultan desain interior PT Tata Wastu Asia yang berlokasi di Cinere, Kota Depok, Toshiro berperan aktif sebagai Junior Designer dan juga Junior Drafter. Pada awal masa magangnya, ia tergabung dalam tim proyek salah satu grup ritel. Dalam proyek ritel berskala besar ini, Toshiro bertanggung jawab menyusun konsep desain, moodboard, hingga eksplorasi material. Ia juga secara intensif merancang dan mengembangkan model 3D untuk berbagai area di proyek-proyek ritel yang berlokasi di beberapa daerah di Indonesia.
Memasuki bulan ketiga, Toshiro juga berkesempatan mengerjakan proyek di divisi hospitality. Ia menangani berbagai proyek baru yang berada di luar lingkup ritel. Ragam tugas yang dikerjakannya bervariasi, mulai dari proyek hotel, ruang meeting, hingga salah satu villa. Melalui keterlibatan dalam proyek-proyek baru ini, Toshiro memperoleh perspektif lebih luas mengenai beragam konteks desain interior di luar ritel, sekaligus mengasah kemampuan adaptasi dan pemahaman teknis terhadap karakteristik proyek yang berbeda.
“Selama melaksanakan magang di PT Tata Wastu Asia, saya banyak belajar tentang bagaimana ritme kerja di studio desain interior profesional sesungguhnya berjalan, bagaimana mengelola waktu dalam proyek berskala besar, dan menciptakan desain yang sesuai dengan klien,” ungkap Toshiro, mahasiswa peserta PMB yang magang di PT Tata Wastu Asia. Ia juga mencatat bahwa intensitas pekerjaan dan proses pengujian desain yang berulang telah memberikannya pemahaman mendalam tentang kontrol kualitas desain dan visual dalam siklus kerja yang nyata.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknis (hard skill) dalam menggunakan software desain. Lebih dari itu, program ini melatih soft skill mereka di dunia kerja nyata. Mahasiswa belajar langsung bagaimana cara berkoordinasi dengan baik, bersikap profesional saat menerima revisi, serta lancar berdiskusi dan bekerja sama dengan rekan kerja dari divisi lain.
Kontak Media:
Toshiro Adilfi Wilmer Deevan
Mahasiswa Program Studi Desain Interior, ISI Surakarta adilfitoshiro22@gmail.com
081210648987
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
