PENAS Gorontalo Jadi Panggung Inovasi Budidaya KKP
Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo – Kampung Budidaya Tematik yang dihadirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung menjadi salah satu daya tarik sekaligus sarana edukasi bagi pengunjung dalam pelaksanaan PENAS KTNA XVII di Provinsi Gorontalo. Beragam teknologi budidaya modern yang dipamerkan memperkenalkan konsep perikanan yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan kepada masyarakat.
Kepala BPPP Bitung, Natalia, menjelaskan bahwa Kampung Budidaya Tematik merupakan program prioritas KKP yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor perikanan melalui penerapan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat.
Menurutnya, keikutsertaan BPPP Bitung dalam PENAS KTNA XVII menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan berbagai program unggulan KKP kepada pelaku utama sektor perikanan, baik pembudidaya maupun nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada stand pameran, BPPP Bitung menampilkan teknologi budidaya bioflok dan kolam Yumina-Bumina, yaitu sistem yang mengintegrasikan budidaya ikan dengan penanaman sayuran dan buah-buahan.
Natalia menyampaikan bahwa teknologi bioflok memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode budidaya konvensional. Sistem ini dinilai lebih hemat penggunaan air karena dalam satu siklus pemeliharaan tidak memerlukan penggantian air secara rutin. Selain itu, pertumbuhan ikan juga dapat berlangsung lebih optimal meskipun menggunakan kepadatan tebar yang tinggi.
Dalam pameran tersebut, ditampilkan budidaya ikan lele dan nila menggunakan sistem bioflok. Sementara itu, untuk wilayah pesisir yang memiliki akses terhadap air laut, teknologi serupa juga dapat diterapkan pada budidaya udang.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelatihan dan penyuluhan perikanan, BPPP Bitung terus mendorong masyarakat agar dapat memahami serta menerapkan teknologi yang telah dikembangkan oleh KKP.
Natalia menambahkan bahwa selama pelaksanaan pelatihan kepada masyarakat, respons yang diberikan cukup positif. Masyarakat mulai menyadari manfaat teknologi tersebut karena dinilai lebih efisien dan mampu meningkatkan hasil produksi.
Terkait penyelenggaraan PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Natalia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, kegiatan berlangsung dengan baik dan tetap ramai dikunjungi hingga malam hari.
Ia berharap berbagai teknologi dan informasi yang diperkenalkan selama kegiatan dapat menjadi referensi bagi para pelaku utama sektor perikanan untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga turut mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
