Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Ternyata Bentrokan di Matraman Bukan Karena Tidak Bayar Nasi Uduk! Ini Penyebabnya

Desain tanpa judul - 2026-07-28T072720.399
Gerobak pedagang nasi uduk rusak parah usai terjadi bentrokan di Matraman (Foto: Istimewa).

Jurnalis:

Kabar Baru, Jakarta – Bentrokan maut antar-kelompok pecah di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/07/2026) kemaren.

Peristiwa berdarah ini mengakibatkan satu orang pemuda berinisial K (23) tewas, sementara satu korban lainnya berinisial DS mengalami luka-luka.

Petugas telah mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengungkapkan bahwa suara bising knalpot kendaraan bermotor menjadi pemantik utama bentrokan tersebut.

Pihaknya sekaligus meluruskan rumor yang beredar di masyarakat mengenai pemicu keributan.

“Bukan karena tidak membayar nasi uduk. Bahwasannya ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan,” kata Reynold.

Aksi menggeber motor itu mengganggu kenyamanan warga setempat. Sejumlah warga kemudian menegur kedua pemuda tersebut agar menghentikan aksinya.

Sayangnya, teguran warga justru memicu emosi kedua pemuda itu.

Tak terima ditegur, kedua pemuda tersebut pergi dan kembali ke lokasi bersama lima orang rekannya.

Mereka langsung menyerang warga, menganiaya beberapa orang, serta merusak sejumlah lapak UMKM di sekitar lokasi kejadian.

Keributan di warung nasi uduk itu pun meluas hingga ke kawasan Jalan Tambak.

Warga yang merasa kawasannya diserang melakukan perlawanan hingga aksi saling serang tak terhindarkan. Bentrokan bahkan meluas hingga ke sebuah lahan kosong yang menjadi tempat berkumpul kelompok pemuda tersebut.

Polisi saat ini sedang menyelidiki dugaan penggunaan alkohol dalam insiden ini.

Pihak kepolisian berkoordinasi dengan RSCM untuk memastikan apakah para pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat beraksi.

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat sudah mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam penganiayaan maut tersebut.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa 15 orang saksi secara intensif guna mendalami peran masing-masing pihak.

Situasi di sekitar lokasi kejadian sempat mencekam hingga Minggu malam.

Sejumlah kerabat dan rekan korban mendatangi kantor polisi untuk menuntut penuntasan kasus secara cepat dan adil.

Untuk mencegah terjadinya aksi balasan, aparat gabungan yang terdiri dari 200 personel Polri, Brimob, dan TNI kini bersiaga ketat di sepanjang kawasan Jalan Tambak hingga Matraman. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store