Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Produksi Padi Melonjak, Purwakarta Sumbang Surplus Beras untuk Negeri

IMG_20260120_073348
Kadispangtan: Di tengah tantangan iklim, sawah Purwakarta hasilkan surplus.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Purwakarta sepanjang 2025 menunjukkan hasil menggembirakan. Produksi padi daerah ini mengalami peningkatan signifikan hingga menghasilkan surplus beras puluhan ribu ton, sekaligus memperkuat peran Purwakarta dalam menopang program swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, menyampaikan bahwa total luas panen padi selama tahun 2025 mencapai 42.754 hektare. Dari luasan tersebut, produksi gabah kering giling (GKG) tercatat sebesar 293.111 ton, yang setara dengan sekitar 180.400 ton beras.

“Jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Purwakarta yang berada di kisaran 120 ribu ton per tahun, maka kita mengalami surplus sekitar 60.400 ton beras,” kata Hadyanto saat dikonfirmasi, Senin (19/1).

Ia menambahkan, capaian tersebut lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, luas panen padi tercatat 40.957 hektare dengan produksi GKG sebesar 265.893 ton atau setara 170.464 ton beras. Kenaikan ini, menurutnya, mencerminkan efektivitas berbagai kebijakan dan program pertanian yang dijalankan pemerintah daerah.

Hadyanto menyebut, surplus beras yang dihasilkan Purwakarta menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana diumumkan beberapa waktu lalu di Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah, Purwakarta ikut berkontribusi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Ini hasil kerja bersama seluruh pihak,” ujarnya.

Peningkatan produksi padi tersebut didorong oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah optimalisasi lahan pertanian yang masih potensial untuk ditanami, sehingga luas tambah tanam dapat dimaksimalkan.

“Kami mendorong agar lahan-lahan yang memungkinkan tidak dibiarkan kosong dan bisa ditanami secara optimal,” jelas Hadyanto.

Faktor pendukung lainnya adalah kondisi cuaca yang relatif kondusif sepanjang tahun 2025, serta dukungan pemerintah pusat melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Bantuan dari kementerian sangat dirasakan manfaatnya oleh petani, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” katanya.

Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah juga berperan penting. Dispangtan Purwakarta terus bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memastikan jaringan irigasi berjalan optimal.

“Kami intens berkoordinasi terkait perbaikan irigasi tersier dan sekunder. Alhamdulillah, meskipun curah hujan cukup tinggi, tidak ada laporan sawah yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Menghadapi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut. Strategi dan pola kerja yang telah terbukti efektif pada 2025 akan terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita targetkan minimal capaian produksi bisa dipertahankan. Dengan dukungan penyuluh, UPTD, perangkat dinas, dan masyarakat, mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik lagi,” pungkas Hadyanto. ***

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store