Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

PCNU Tangsel Dilantik, Dorong NU Jadi Pencipta Perubahan

kabarbaru.co

Jurnalis:

Kabar Baru, Tangerang Selatan — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan periode 2026–2031 resmi dilantik pada Sabtu (8/8/2026). Kepengurusan baru itu membawa agenda menjadikan NU lebih modern dan profesional tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren serta nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Pelantikan dan pembacaan baiat dilakukan langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar di Graha Aswaja II, Kota Tangerang Selatan, Banten.

PCNU Tangsel periode 2026–2031 dipimpin KH Himam Muzahir sebagai Rais Syuriah dan KH Abdullah Mas’ud sebagai Ketua Tanfidziyah.

“Kami ingin menyatukan tekad dan komitmen untuk berhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan,” ujar Gus Mas’ud dalam sambutan perdananya setelah dilantik.

Menurut Mas’ud, memasuki abad kedua NU, kader tidak boleh hanya menjadi pengguna perubahan. NU harus mengambil peran sebagai pencipta perubahan.

“Kita tidak cukup menjadi user. Kita harus menjadi creator, innovator, dan problem solver,” tuturnya.

Karena itu, PCNU Tangsel menetapkan arah khidmat 2026–2031 yang bertumpu pada sejumlah agenda, mulai dari penguatan organisasi, pemberdayaan jamaah, kemandirian ekonomi, pendidikan dan sumber daya manusia, transformasi digital, penguatan pesantren dan dakwah, hingga penguatan peran NU sebagai rumah besar kebangsaan.

Memperkuat organisasi

Mas’ud mengatakan penguatan jamiyah menjadi salah satu prioritas utama. Menurut dia, NU yang besar membutuhkan organisasi yang kuat, sehingga konsolidasi harus dimulai dari tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga ranting.

Lembaga dan badan otonom didorong lebih produktif, sementara kaderisasi harus berjalan dan administrasi organisasi ditata secara tertib. Data jamaah juga akan diintegrasikan agar pengambilan keputusan semakin berbasis data dan pengetahuan.

“Kita ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan ruhnya,” tuturnya.

Penguatan organisasi, kata dia, harus berujung pada manfaat yang dirasakan langsung oleh jamaah. Karena itu, keberhasilan PCNU tidak semata diukur dari banyaknya rapat, baliho, atau kegiatan seremonial.

“Ukuran keberhasilan kita adalah. Apakah kehadiran NU membuat kehidupan jamaah menjadi lebih baik? Apakah anak-anak warga NU mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas? Apakah guru-guru kita semakin sejahtera? Apakah UMKM warga NU naik kelas?,” katanya.

Membangun kemandirian ekonomi

Selain pemberdayaan jamaah, PCNU Tangsel akan mendorong kemandirian ekonomi. Mas’ud menilai organisasi sebesar NU membutuhkan ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan berbagai potensi jamaah.

“Karena itu, lima tahun ke depan kita harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangerang Selatan. Kita harus menghubungkan pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah,” urainya.

Agenda berikutnya adalah revolusi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mas’ud menilai masa depan NU pada abad kedua akan sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

Pendidikan karena itu ditempatkan sebagai salah satu medan khidmah utama.

“Kita ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus hadir di kampus-kampus terbaik,” katanya.

Menuju Digital NU

Transformasi digital juga menjadi bagian dari arah khidmat PCNU Tangsel. Digitalisasi, menurut Mas’ud, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan organisasi.

“Kita ingin memiliki basis data jamaah. Digitalisasi administrasi. Knowledge Center. Digital Archive. Dashboard organisasi dan Peta potensi jamaah,” urainya.

Di tengah agenda transformasi tersebut, PCNU Tangsel menegaskan pentingnya menjaga jati diri NU melalui penguatan pesantren, dakwah, dan Aswaja An-Nahdliyah.

“Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.

PCNU Tangsel juga akan memperkuat posisi NU sebagai rumah besar kebangsaan. Mas’ud mengatakan NU tidak memisahkan kecintaan terhadap agama dan tanah air.

Karena itu, PCNU Tangsel akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Pemkot siap bermitra

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan NU sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar memiliki kontribusi penting dalam menjaga Islam rahmatan lil alamin, kebangsaan, dan harmoni masyarakat.

“Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat,” katanya.

Menurut Benyamin, pemerintah daerah siap membangun kemitraan strategis dengan PCNU Tangsel dalam berbagai bidang.

“Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai progam pembangunan pendiidkan kesehatan pembinaan generasi musa dan kemasyarakatan,” tuturnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store