Move & Impact, PC PMII Bojonegoro Inisiasi Kolaborasi Internasional Bersama UMPSA Malaysia

Jurnalis: Masudi
Kabarbaru, Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro menggelar kolaborasi internasional bertajuk Move & Impact bersama Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Dolokgede ini melibatkan unsur kampus, komunitas, serta masyarakat desa.
Moh. Bahrul Hikam selaku Ketua PC PMII Bojonegoro dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret memperluas jejaring gerakan mahasiswa ke level global.
“Move & Impact bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya kami membawa kader PMII Bojonegoro berjejaring secara internasional sekaligus tetap berpijak pada realitas masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas negara menjadi penting agar mahasiswa memiliki perspektif global tanpa kehilangan sensitivitas sosial.
“Kami ingin kader PMII mampu membaca isu global, namun tetap hadir memberi solusi di tingkat lokal. Desa Dolokgede menjadi ruang belajar bersama untuk itu,” tambahnya.
Kegiatan ini turut melibatkan tiga perguruan tinggi di Bojonegoro, yakni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), Universitas Bojonegoro (UNIGORO), dan IKIP PGRI Bojonegoro. Selain itu, kolaborasi juga menggandeng Ademos Indonesia serta Yayasan Mannah Indonesia sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.
Nor Azlina Binti Rahmat Perwakilan UMPSA Malaysia menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PC PMII Bojonegoro yang membuka ruang kolaborasi lintas negara di tingkat mahasiswa.
“Kami melihat PC PMII Bojonegoro memiliki visi yang kuat dalam menghubungkan gerakan mahasiswa dengan isu-isu global. Ini bukan hanya kolaborasi simbolik, tetapi kolaborasi berbasis dampak,” ungkapnya.
Ia menilai pemilihan desa sebagai lokasi kegiatan menjadi nilai lebih dalam kerja sama ini.
“Pendekatan langsung ke masyarakat seperti ini sangat relevan dengan semangat pengabdian di perguruan tinggi. Kami belajar banyak dari model pemberdayaan yang dilakukan bersama mitra lokal di Bojonegoro,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad Shodiqurrosyad sebagai Direktur Ademos Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.
“Sinergi antara mahasiswa, kampus, dan komunitas adalah modal besar untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat. Kami mengapresiasi PC PMII Bojonegoro yang mampu menjembatani semua elemen ini,” tuturnya.
Melalui Move & Impact, peserta dari Indonesia dan Malaysia terlibat dalam diskusi, pemetaan potensi masyarakat, serta agenda pengabdian masyarakat. PC PMII Bojonegoro menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam mencetak kader yang adaptif terhadap dinamika global, sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

