Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kronologi Kericuhan Tambang di Morowali, Kantor PT RCP Dibakar, Aktivis dan Jurnalis Ditangkap

Desain tanpa judul - 2026-01-08T122638.614
Ilustrasi penangkapan seorang Jurnalis (Dok: BBC).

Jurnalis:

Kabar Baru, Morowali – Ketegangan hebat pecah di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat melawan perusahaan tambang PT Raihan Catur Putra (RCP) dan PT Teknik Alum Service (TAS) berujung pada aksi pembakaran kantor perusahaan serta penangkapan paksa warga oleh aparat kepolisian.

Aksi massa ini merupakan puncak kemarahan warga atas dugaan penyerobotan lahan kebun jambu mete milik masyarakat.

Sebelumnya, pemilik lahan telah melayangkan somasi pada 16 Desember 2025, namun baik perusahaan maupun pemerintah desa tidak mengindahkan tuntutan tersebut.

Warga menuntut transparansi data pembebasan lahan serta pembayaran kompensasi yang adil kepada pemilik sah.

Penangkapan Aktivis Arlan Dahrin

Situasi semakin tidak terkendali setelah polisi menangkap paksa aktivis lingkungan Arlan Dahrin di lokasi IUP PT RCP pada Sabtu malam (3/1/2026).

Penangkapan ini berdasar pada laporan humas PT TAS atas tuduhan tindak pidana rasisme saat aksi massa September lalu.

Warga menilai tuduhan tersebut sebagai upaya kriminalisasi untuk membungkam suara perlawanan.

Kekecewaan masyarakat meledak karena polisi tidak mengabulkan permintaan pembebasan Arlan. Massa yang emosional kemudian mendatangi kantor PT RCP untuk mencari pertanggungjawaban.

Dalam kondisi yang tak terbendung, massa akhirnya membakar kantor perusahaan tersebut sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang mereka rasakan.

Kekerasan Aparat kepada Jurnalis

Pasca-pembakaran, kondisi Desa Torete berubah mencekam pada Minggu (4/1/2026). Puluhan personel polisi bersenjata lengkap menyisir desa dan menangkap sejumlah warga, termasuk seorang jurnalis bernama Royman M. Hamid.

Keluarga korban memberikan kesaksian bahwa proses penangkapan berlangsung kasar dan tidak manusiawi.

“Ini bukan gembong narkoba atau teroris, Pak!” teriak Firna M. Hamid, adik kandung Royman, saat menyaksikan kakaknya dipiting dan diseret paksa oleh petugas.

Keluarga menyayangkan sikap aparat yang tidak mengedepankan pendekatan persuasif atau restorative justice.

Selain penangkapan Royman, polisi juga mengamankan Asdin, kakak kandung Arlan, setelah sempat terjadi pergulatan di halaman rumah.

Dugaan Korupsi Lahan Mangrove

Konflik di Torete sebenarnya telah berakar lama, terutama terkait polemik lahan mangrove yang melibatkan eks Kepala Desa Torete, Ridwan.

Ridwan sendiri telah diberhentikan sementara oleh Bupati Morowali pada Oktober 2025 terkait penyalahgunaan kewenangan dalam kompensasi lahan mangrove.

Masyarakat menuding adanya praktik kongkalingkong antara oknum pejabat, aparat, dan korporasi dalam mengelola sumber daya alam di Morowali.

Hingga kini, warga Torete masih menanti kejelasan proses hukum dan perlindungan terhadap hak-hak agraria mereka yang kian terhimpit oleh ekspansi industri ekstraktif.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store