Kolaborasi UNG dan Unisan Kembangkan Pemasaran Produk Pisang Desa Haya-Haya

Jurnalis: TIM Gorontalo
Kabar Baru, Gorontalo– Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Universitas Ichsan Gorontalo (Unisan) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Strategi Pemasaran Produk Olahan Pisang di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Haya-Haya itu melibatkan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) “Tunas Hijau” dan Kelompok Wanita Usaha “Sukses Selalu”. Pelatihan menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Olahan Pisang Guna Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Diversifikasi Produk Pangan di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Program pengabdian ini merupakan kolaborasi antara UNG dan Universitas Ichsan Gorontalo yang didanai melalui skema pengabdian kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Tim pelaksana dipimpin oleh Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M. dengan anggota Irwan Yantu, S.Pd., M.Si., Syamsul B. Biki, S.E., M.S.M., dan Sjahril Botutihe, S.T., M.M. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Andi Yusniar Mendo, mengatakan pelatihan difokuskan pada penguatan strategi pemasaran agar produk olahan pisang yang dihasilkan masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui inovasi olahan pisang, kita tidak hanya ingin menciptakan diversifikasi pangan, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi di pasar. Pelatihan strategi pemasaran ini kami hadirkan agar hasil olahan KWT Tunas Hijau dan Kelompok Wanita Usaha Sukses Selalu dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara konvensional maupun digital,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun merek, meningkatkan kualitas kemasan, memanfaatkan promosi, serta mengoptimalkan pemasaran digital.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan penuh terhadap Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026. Terima kasih juga kepada pemerintah desa, perguruan tinggi, para mitra, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” katanya.
Melalui kolaborasi antara UNG dan Universitas Ichsan Gorontalo, diharapkan Desa Haya-Haya dapat menjadi desa percontohan dalam pengembangan produk olahan pisang berbasis potensi lokal. Dengan strategi pemasaran yang semakin baik, produk olahan pisang khas desa tersebut diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Gorontalo.***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
Kita Notice
Warta IDN
Radar Baru
Seedbacklink
