Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Kasus BNI Pamekasan Guncang Kepercayaan Nasabah dan Pengembang KPR

IMG_20250116_182641-768x432_copy_800x600
Kantor BNI Cabang Pamekasan (Foto: MJ).

Jurnalis:

Kabar Baru, Sumenep — Dugaan masalah oleh oknum pegawai BNI Cabang Pamekasan kini mengguncang kepercayaan nasabah dan pengembang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Sumenep.

Pasalnya, kasus ini telah mendorong sebagian pengajuan KPR berpindah ke bank lain.

Pemilik Perumahan Bukit Damai Sumenep, Nanda Wirya Laksana, menekankan bahwa solidaritas di tempat kerja harus proporsional dan tidak boleh dipakai untuk melindungi pegawai yang bermasalah.

“Prinsip solidaritas itu hanya berlaku untuk kinerja dan kemajuan perusahaan, bukan untuk melindungi oknum yang justru merugikan perusahaan,” kata Wirya, Sabtu (10/1).

Ia menegaskan, kepuasan pelanggan adalah fondasi utama bisnis. Oleh karena itu, setiap SDM yang bermasalah harus dievaluasi secara objektif, tanpa dipengaruhi hubungan emosional.

“Kalau di perusahaan kami, mau tidak mau, suka tidak suka, hubungan emosional dengan SDM yang bermasalah harus dikesampingkan. Rezeki perusahaan datang dari konsumen. Kalau kami tidak tegas, konsumen bisa meninggalkan kami,” ujarnya.

Wirya menekankan, di sektor jasa keuangan, kepercayaan nasabah sangat krusial. Sekali isu diabaikan, informasi bisa menyebar cepat dan menjadi risiko besar bagi institusi.

“Kalau manajemen BNI tidak peduli dengan isu-isu seperti ini, itu bisa menjadi bom waktu bagi internal BNI sendiri. Ini menyangkut harkat dan martabat nama besar BNI,” kata dia.

Wirya mengaku masih berharap pada direksi BNI, yang diyakininya mampu bersikap bijak dalam menyikapi masalah nasabah.

“Saya yakin direksi BNI adalah orang-orang yang bijak. Kalau ada problem yang menyangkut nasabah, seharusnya segera ditangani,” ujarnya.

Namun, Wirya menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menyoroti kasus calon nasabah bernama Firda, yang menurutnya sangat memprihatinkan.

“Kalau kejadian seperti yang menimpa Firda ini dianggap angin lalu, itu sudah tidak masuk akal. Peristiwanya sangat memilukan,” kata dia.

Menurut Wirya, kasus ini langsung berdampak pada pengembang. Beberapa konsumen Perumahan Bukit Damai memindahkan berkas KPR ke bank lain karena khawatir diperlakukan serupa.

“Kami berdiskusi dengan konsumen-konsumen lain. Mereka sepakat memindahkan berkas KPR ke bank lain karena muncul rasa takut akan diperlakukan sama,” ujarnya.

Menurut Wirya, langkah konsumen itu menjadi peringatan serius bagi BNI, sekaligus mencerminkan menurunnya kepercayaan nasabah.

“Persetujuan pemindahan berkas itu adalah sinyal bagi BNI bahwa konsumen tidak respek dengan apa yang dilakukan oknum BNI terhadap Firda,” kata Wirya.

Ia berharap manajemen pusat BNI segera mengambil langkah tegas dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik.

Sebelumnya, KPR warga Sumenep yang sebelumnya disetujui mendadak dibatalkan tanpa kejelasan oleh oknum pegawai BNI Cabang Pamekasan.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store