Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

KAHMI Eropa Apresiasi Gelar Doktor HC Komjen Suyudi dari Untar, Wujud Transformasi Polri Menuju Kepemimpinan Berbasis Intelektualitas

Kabarbaru.co
Ketum KAHMI Eropa Choirul Anam, Ph.D.,.

Jurnalis:

Kabarbaru, Jakarta- Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Eropa, Choirul Anam, Ph.D., alumni Charles University Prague, memberikan apresiasi tinggi atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H, M.Si., oleh Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta.

Penganugerahan yang berlangsung di kampus Untar ini dinilai bukan sekadar pengakuan akademis personal, melainkan penanda penting transformasi kelembagaan Polri yang kini menempatkan kapasitas intelektual sebagai pilar utama kepemimpinan strategis.

“Pencapaian Komjen Suyudi meraih Doktor HC dari institusi pendidikan terkemuka seperti Untar adalah bukti nyata bahwa Polri telah bertransformasi. Pemimpin kepolisian masa kini tidak hanya diukur dari prestasi operasional di lapangan, tetapi juga dari kemampuan berpikir strategis, riset, dan kontribusi keilmuan,” ujar Dr. Choirul Anam dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Segudang Prestasi Lapangan, Kini Diperkuat Pengakuan Akademis

Komjen Suyudi Ario Seto dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri dengan rekam jejak cemerlang. Sepanjang kariernya, ia telah mengemban berbagai penugasan strategis, mulai dari operasi lapangan hingga posisi-posisi struktural kunci. Kini, sebagai Kepala BNN, ia memimpin garda terdepan Indonesia dalam perang melawan kejahatan narkotika yang mengancam generasi bangsa.

Gelar Doktor HC yang diberikan oleh Universitas Tarumanegara—salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan paling bereputasi di Indonesia—merupakan pengakuan atas kontribusi pemikiran, kepemimpinan strategis, dan dedikasi Komjen Suyudi dalam bidang penegakan hukum dan penanggulangan narkotika.

“Untar sebagai institusi pendidikan dengan tradisi akademis yang kuat tentu tidak sembarangan memberikan gelar kehormatan ini. Ini adalah validasi akademis atas pemikiran dan praktik kepemimpinan beliau yang telah membawa dampak nyata bagi bangsa,” kata Choirul Anam, yang meraih gelar Ph.D. dalam bidang Public Policy dari Charles University, salah satu universitas tertua di Eropa.

Transformasi Polri: Dari Command and Control Menuju Knowledge-Based Leadership

Menurut Ketum KAHMI Eropa ini, pencapaian Komjen Suyudi mencerminkan transformasi fundamental dalam paradigma kepemimpinan Polri—dari model command and control tradisional menuju knowledge-based leadership yang berbasis pada intelektualitas, riset, dan inovasi.

“Kita melihat pergeseran penting. Dulu, kepemimpinan di institusi keamanan cenderung hierarkis dan berorientasi pada otoritas formal. Kini, pemimpin dituntut memiliki *knowledge capital*—kemampuan menganalisis data, merumuskan strategi berbasis bukti, dan mengembangkan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika ancaman,” jelasnya.

Transformasi ini sejalan dengan konsep New Public Management dan Evidence-Based Policing yang berkembang di negara-negara maju. Dalam kerangka ini, penegakan hukum tidak lagi semata-mata soal penegakan otoritas, melainkan pelayanan publik yang cerdas, terukur, dan akuntabel.

“Komjen Suyudi adalah contoh pemimpin yang memahami bahwa kejahatan narkotika adalah wicked problem masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan multidisipliner, dari kriminologi, kesehatan publik, ekonomi, hingga teknologi informasi. Tanpa kapasitas akademis yang kuat, sulit mengelola kompleksitas semacam ini,” imbuh mantan Koordinator PPI Dunia ini.

Teori Kepemimpinan Modern: Scholar-Practitioner Leadership

Dari perspektif teori kepemimpinan kontemporer, sosok Komjen Suyudi merepresentasikan model *scholar-practitioner leadership*—kepemimpinan yang mengintegrasikan keunggulan praktis di lapangan dengan kedalaman intelektual dan riset akademis.

Konsep ini dikembangkan oleh Donald Schön dalam teorinya tentang reflective practitioner, yang menekankan pentingnya pemimpin yang mampu melakukan refleksi kritis terhadap praktiknya sendiri, belajar dari pengalaman, dan terus memperbarui pengetahuannya melalui riset dan dialog akademis.

“Seorang scholar-practitioner tidak hanya pandai bertindak, tetapi juga pandai berpikir tentang tindakannya. Mereka mampu mengabstraksi pengalaman konkret menjadi konsep, kemudian menguji konsep itu kembali dalam praktik. Ini adalah siklus pembelajaran yang membuat kepemimpinan mereka terus berkembang,” papar Anam.

Lebih lanjut, pencapaian ini juga menggambarkan karakteristik transformational leadership sebagaimana dikonseptualisasikan oleh Bernard Bass dan Bruce Avolio. Pemimpin transformasional memiliki empat dimensi kunci: idealized influence (menjadi role model), inspirational motivation (menginspirasi visi bersama), intellectual stimulation (mendorong inovasi dan berpikir kritis), dan individualized consideration (mengembangkan potensi individu).

“Dimensi intellectual stimulation sangat penting di sini. Komjen Suyudi tidak hanya memimpin melalui instruksi, tetapi juga melalui gagasan. Beliau mendorong jajaran BNN untuk berpikir out of the box, menggunakan data dan riset dalam pengambilan keputusan, dan terus berinovasi menghadapi modus kejahatan yang selalu berubah,” ungkap doktor lulusan Prague ini.

Perwujudan Konkret Transformasi Polri

Anam mengidentifikasi beberapa indikator konkret transformasi Polri yang tercermin dari pencapaian Komjen Suyudi:

Pertama, investasi pada pengembangan SDM berbasis pendidikan tinggi. Semakin banyak perwira Polri yang melanjutkan studi S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. “Ini menunjukkan komitmen institusional untuk membangun kultur akademis dan riset di tubuh Polri,” katanya.

Kedua, kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi. Pemberian gelar HC oleh Untar menandakan semakin eratnya sinergi antara Polri dengan dunia akademis. “Kerja sama ini penting untuk knowledge transfer, riset bersama, dan pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian yang relevan dengan tantangan zaman,” imbuhnya.

Ketiga, adopsi pendekatan berbasis bukti dalam penyusunan kebijakan. Di era big data dan artificial intelligence, penegakan hukum harus memanfaatkan analitik data, predictive policing, dan teknologi modern lainnya. “Pemimpin yang memiliki literasi akademis tinggi akan lebih mudah mengadopsi inovasi-inovasi ini,” jelasnya.

Keempat, pembangunan learning organization di Polri. Sesuai konsep Peter Senge, organisasi pembelajar adalah organisasi yang secara sistematis memfasilitasi pembelajaran semua anggotanya dan terus mentransformasi dirinya.

“Dengan pemimpin seperti Komjen Suyudi yang terus belajar bahkan di puncak karier, ia menjadi role model bagi seluruh jajaran untuk tidak pernah berhenti belajar,” paparnya.

Relevansi Global: Benchmarking dengan Kepolisian Negara Maju

Sebagai akademisi yang aktif dikomunitas penelitian di Eropa dan aktif dalam jaringan riset internasional, Choirul Anam melihat paralel antara transformasi Polri dengan evolusi kepolisian di negara-negara maju.

“Di Eropa dan Amerika Utara, sudah jamak pimpinan kepolisian memiliki gelar Ph.D. atau berkontribusi dalam riset akademis. Mereka menulis jurnal, berbicara di konferensi internasional, dan terlibat dalam pengembangan teori kriminologi. Ini bukan menara gading, tetapi cara mereka tetap relevan dan efektif,” jelasnya.

Ia menyebut contoh seperti New York Police Department (NYPD) yang menerapkan CompStat sistem manajemen berbasis data yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan akademisi. “Inovasi semacam ini hanya mungkin lahir dari pemimpin yang memiliki mindset akademis dan terbuka terhadap riset,” katanya.

“Pencapaian Komjen Suyudi menempatkan Indonesia dalam peta global transformasi kepolisian. Ini menunjukkan bahwa kita tidak kalah dengan negara-negara maju dalam membangun institusi penegak hukum yang cerdas dan modern,” imbuh Anam.

Harapan: Dari Personal Achievement ke Institutional Impact

KAHMI Eropa berharap pencapaian akademis Komjen Suyudi dapat menjadi katalis bagi transformasi lebih luas di BNN dan Polri secara keseluruhan.

“Gelar Doktor HC ini harus menjadi momentum untuk memperkuat institusionalisasi riset di BNN. Kami berharap lahir pusat-pusat studi narkotika yang kredibel, publikasi riset berkualitas di jurnal internasional, dan kebijakan penanggulangan narkotika yang benar-benar berbasis bukti ilmiah,” ujar Anam.

Ia juga mendorong Polri untuk lebih sistematis dalam mengembangkan jalur karier akademis bagi anggotanya. “Buat skema jelas: perwira yang menempuh S3 mendapat insentif, hasil riset mereka digunakan untuk perbaikan kebijakan, dan ada jalur karier yang menghargai kontribusi intelektual, bukan hanya prestasi operasional,” sarannya.

KAHMI Eropa menyatakan kesediaan untuk memfasilitasi kerja sama akademis antara Polri dengan institusi-institusi pendidikan di Eropa. “Kami punya jaringan di berbagai universitas terkemuka Eropa. Kami siap memfasilitasi program pertukaran, riset bersama, atau bahkan studi banding tentang best practices dalam policing,” tawarnya.

Inspirasi bagi Generasi Muda Guna Mencapai Indonesia Emas 2045

Sebagai organisasi yang menghimpun alumni HMI di Eropa, KAHMI Eropa melihat sosok Komjen Suyudi sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya yang berkarier di sektor publik, terutama jika kita bicara pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Beliau membuktikan bahwa seorang profesional dapat menjadi profesional kelas dunia, pemimpin yang efektif, sekaligus intelektual yang diakui. Ini adalah manifestasi konkret dari konsep ulul albab orang yang cerdas secara intelektual dan bijak secara spiritual,” kata Choirul Anam.

“Kami di KAHMI Eropa mengajak seluruh alumni HMI, di mana pun mereka berkarya, untuk meneladani semangat lifelong learning yang ditunjukkan Komjen Suyudi. Di usia dan posisi apa pun, kita harus tetap haus ilmu dan terus berkontribusi pada pengembangan keilmuan,” tutup Anam.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store