Harapan di Atas Sungai Cikao: Jembatan Perintis Garuda Jadi Penyelamat Warga

Jurnalis: Deni Aping
Kabar Baru, Purwakarta – Harapan warga di bantaran Sungai Cikao, Desa Hegarmanah, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, akhirnya mulai terwujud. Setelah puluhan tahun hidup tanpa jembatan penyeberangan yang layak, kini masyarakat setempat segera memiliki akses yang lebih aman melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Selama ini, warga harus menyeberangi Sungai Cikao dengan cara seadanya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga membahayakan para pelajar yang harus melintasi sungai untuk pergi ke sekolah, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang telah lama menantikan akses penyeberangan yang aman.
“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya para pelajar dan warga yang beraktivitas setiap hari. Ini juga menjadi bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar warga,” ujar Ardha, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, proses pembangunan jembatan melibatkan personel TNI, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pengerjaan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga saat ini telah mencapai 94 persen.
Sejumlah tahapan pekerjaan utama bahkan telah rampung sepenuhnya, di antaranya pembersihan lokasi, pemasangan bouplang, pembesian footplate dan balok beton, begesting footplate, pemasangan batu pondasi uprit, serta pengecoran footplate.
Sementara itu, beberapa pekerjaan lainnya masih dalam tahap penyelesaian, seperti pemasangan gelagar melintang yang telah mencapai 75 persen, pemasangan papan dan ram kawat sekitar 50 persen, serta pemasangan plang anjuran, plang identitas jembatan, dan pengecatan yang juga telah mencapai sekitar 50 persen.
Adapun pekerjaan lain seperti penimbunan landasan balok beton, pembuatan garpu dan anchor, pembentangan seling, serta pemasangan gelagar memanjang dan seling rawatan telah mencapai sekitar 80 persen.
Menurut Ardha, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah.
“Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi warga,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, serta tidak terdapat kendala berarti yang menghambat pekerjaan.
Bagi masyarakat Desa Hegarmanah, kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru. Setelah puluhan tahun menanti, mereka kini semakin dekat dengan akses penyeberangan yang lebih aman dan layak, yang diharapkan mampu membuka peluang kemajuan bagi wilayah di sekitar Sungai Cikao. ***
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

