Polemik Dugaan Korupsi BRI Sumenep, Kepala Cabang Ali Topan Didesak Mundur

Jurnalis: Aldy Rohmatulloh
Kabar Baru, Jakarta – Gelombang desakan publik terhadap Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sumenep, Ali Topan, kian menguat.
Ia didesak mundur dari jabatannya menyusul mencuatnya dugaan skandal penipuan dan penyalahgunaan jabatan dalam proses pinjaman dengan jaminan SK pensiun yang dinilai telah mencoreng citra institusi perbankan tersebut.
Tekanan datang dari berbagai elemen, salah satunya aktivis Aparatur Pemuda Peduli Madura (AP2M), Doni Yusuf Bagaskara. Doni menilai, sebagai pimpinan cabang, Ali Topan gagal menjaga integritas dan reputasi BRI di tingkat daerah.
“Kepala cabang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di internalnya. Ketika muncul skandal yang merugikan nasabah dan mencoreng nama baik bank, itu menunjukkan kegagalan dalam kepemimpinan. Kami mendesak Ali Topan untuk segera mundur,” tegas Doni.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dugaan tipu gelap yang melibatkan oknum pegawai di BRI Sumenep. Dalam praktiknya, korban diduga diarahkan untuk menandatangani dokumen tanpa penjelasan yang jelas, hingga berujung pada pemotongan gaji pensiun yang terus berjalan.
Dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pembuatan dokumen sepihak semakin memperkuat indikasi adanya pelanggaran serius di internal.
Menurut Doni, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kesalahan individu semata. Ia menilai, kegagalan sistem pengawasan dan lemahnya kontrol manajemen menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
“Ini bukan sekadar ulah oknum. Ini soal bagaimana pimpinan menjaga sistem tetap berjalan sesuai aturan. Kalau sampai terjadi seperti ini, artinya ada yang tidak beres di level manajemen,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mundurnya Ali Topan merupakan langkah yang tepat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Bank Rakyat Indonesia, khususnya di wilayah Sumenep.
“Kalau masih ingin menjaga marwah institusi, mundur adalah pilihan yang bijak. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap BRI semakin runtuh akibat tidak adanya tanggung jawab dari pimpinan,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BRI Sumenep terkait desakan tersebut. Namun tekanan publik diperkirakan akan terus meningkat jika tidak ada langkah konkret yang diambil, baik dalam bentuk evaluasi internal maupun tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

