Dugaan Adanya Mafia Solar Subsidi Kuasai SPBU Jatirogo Tuban

Jurnalis: Zulfikar Rasyid
Kabar Baru, Tuban – Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlokasi di Desa Sugihan, Kecamatan Jatirogo, di sebut-sebut menjadi titik aktivitas penyaluran solar subsidi yang di duga tidak sesuai peruntukan.
Hasil pemantauan lapangan pada Selasa (30/12/2025) menunjukkan adanya kendaraan bak terbuka serta sepeda motor yang telah di modifikasi. Melakukan pengisian solar subsidi secara berulang dengan jumlah besar. Aktivitas tersebut di duga bertujuan mengalihkan BBM bersubsidi ke sektor industri atau pasar ilegal untuk meraup keuntungan pribadi.
Praktik ini berlangsung secara mencolok dan memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Warga menilai lemahnya pengawasan membuat dugaan penyalahgunaan solar subsidi terus terjadi tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Baik di tingkat Polsek Jatirogo maupun Polres Tuban.
Seorang aktivis sosial berinisial AD menilai pembiaran terhadap dugaan praktik tersebut mencederai sistem pengawasan distribusi energi nasional. Menurutnya, solar bersubsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor yang berhak, bukan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu secara ilegal.
“Solar subsidi adalah hak rakyat. Jika disalahgunakan secara terorganisir, maka negara dirugikan dan masyarakat kecil yang paling terdampak,” ujar AD saat dimintai keterangan.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas serta mengusut dugaan jaringan penyalahgunaan solar subsidi hingga ke akar permasalahan. Selain itu, masyarakat juga meminta PT Pertamina (Persero) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan audit menyeluruh terhadap operasional SPBU terkait.
Evaluasi sistem distribusi, pengawasan pengisian. Serta penerapan aturan penyaluran BBM bersubsidi di nilai perlu di perketat untuk mencegah kebocoran kuota subsidi negara, khususnya di wilayah Tuban.
Hingga berita ini di publikasikan, pihak pengelola SPBU maupun aparat kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh klarifikasi serta mengetahui langkah lanjutan yang akan di ambil oleh otoritas berwenang.
Insight NTB
Daily Nusantara
Suara Time
Kabar Tren
Portal Demokrasi
IDN Vox
Lens IDN
Seedbacklink

