Dosen FEB Universitas Moestopo Raih Excellent Paper Award Konferensi Thailand
Jurnalis: Azzahra Bahiyyah
Kabar Baru, Jakarta — Yudhistira Adwimurti, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dengan meraih ISERD Excellent Paper Award dalam kategori Best Presentation and Best Content pada International Conference on Economics, Management and Social Study (ICEMSS 2026) yang diselenggarakan di Dusit Thani Hotel, Pattaya, Thailand, pada 21–22 Februari 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh International Society for Engineering Research and Development (ISERD), sebuah lembaga riset dan pengembangan internasional yang menyelenggarakan konferensi akademik berskala global secara rutin. Penghargaan ini diraih atas penelitian yang dipresentasikan Yudhistira berjudul “Digital Innovation, Green HRM, and Organizational Learning on Resilience: Strategic Flexibility as Moderator”, yang disusun bersama Prof. Dr. Etty Murwaningsari dari Universitas Trisakti dan Suzyanty binti Mohd Shokory dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana tiga kapabilitas strategis perusahaan yakni kemampuan inovasi digital, praktik Green Human Resource Management (GHRM), dan pembelajaran organisasional memengaruhi ketangguhan organisasi (organizational resilience) dalam menghadapi gejolak lingkungan bisnis. Studi ini juga menguji peran fleksibilitas strategis sebagai faktor moderator yang menentukan kapan dan seberapa kuat ketiga kapabilitas tersebut mampu menghasilkan resiliensi.
Data primer dikumpulkan dari 617 informan korporasi yang merupakan pejabat perusahaan publik terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari dua belas sektor industri, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan platform SmartPLS 4.0.
“Temuan kami menunjukkan bahwa ketiga variabel inovasi digital, Green HRM, dan pembelajaran organisasional—terbukti secara positif dan signifikan meningkatkan ketangguhan organisasi. Di antara ketiganya, pembelajaran organisasional memiliki pengaruh terkuat. Namun yang menarik, fleksibilitas strategis hanya memperkuat jalur inovasi digital dan pembelajaran organisasional, tetapi tidak memoderasi jalur Green HRM,” jelas Yudhistira.
Menurutnya, temuan ini memperluas Dynamic Capabilities View dengan mengidentifikasi fleksibilitas strategis sebagai kondisi batas yang bersifat selektif sebuah kontribusi teoretis yang signifikan bagi literatur manajemen strategis di konteks pasar berkembang.
“Perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu memahami bahwa investasi pada kapabilitas digital dan sistem pembelajaran tidak akan otomatis menghasilkan ketangguhan. Dibutuhkan fleksibilitas strategis yang memadai agar kapabilitas tersebut benar-benar dapat dikonversi menjadi respons adaptif yang nyata,” tambahnya.
Selain mempresentasikan penelitiannya sendiri, Yudhistira juga tercatat sebagai ko-penulis dalam studi lain yang dipresentasikan pada forum yang sama berjudul “Digital Tax Administration Quality, Accountability, and Corporate Compliance Intention: The Moderating Role of Transparency Concern”, yang dikerjakan bersama Sabar Pardamean Lumbantobing dan Prof. Dr. Etty Murwaningsari. Atas kontribusinya dalam penelitian tersebut, Yudhistira turut menerima Certificate of Presentation resmi dari ISERD.
Capaian ganda ini Excellent Paper Award sekaligus Certificate of Presentation pada dua studi berbeda dalam satu forum internasional menjadi refleksi nyata atas produktivitas riset Yudhistira dan komitmen Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam mendorong keterlibatan sivitas akademikanya di panggung ilmu pengetahuan global.
Insight NTB
Suara Time
Lens IDN
Daily Jogja
Jalan Rakyat
Idealita News
AYO Nusantara
Seedbacklink

