Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Demo HMI Bangkalan, Mahasiswa Soroti Galian C dan Pelayanan Publik

IMG_4758
Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Indonesia di depan kantor Pemkab Bangkalan.

Jurnalis:

Kabar Baru, Bangkalan – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bangkalan menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin (19/1/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji politik Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yang dinilai belum terealisasi secara optimal.

Koordinator aksi, Isro’ Mi’roj, menegaskan kedatangan mahasiswa bukan tanpa alasan. Massa aksi menyoroti sejumlah persoalan krusial yang hingga kini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, mulai dari buruknya pelayanan publik, persoalan sampah, fasilitas dan pemerataan pendidikan, hingga maraknya aktivitas galian C yang dinilai dibiarkan tanpa penindakan tegas.

“Kami datang menagih janji. Soal pelayanan publik yang buruk, sampah, fasilitas pendidikan, sampai galian C yang terus dibiarkan,” tegas Isro’ Mi’roj.

Ia menyebutkan, aksi tersebut telah diberitahukan secara resmi kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah sejak tiga hari sebelum pelaksanaan. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi bupati untuk tidak menemui massa aksi sejak awal.

“Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan tiga hari sebelumnya. Artinya, bupati tahu ada aksi dan seharusnya siap berdialog langsung dengan mahasiswa,” ujarnya.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi berupaya mendekati area Kantor Pemkab Bangkalan. Terjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat keamanan hingga polisi terpaksa menyemprotkan water cannon untuk membendung massa.

Setelah ketegangan meningkat dan massa aksi basah kuyup akibat semprotan water cannon, Bupati Bangkalan Lukman Hakim akhirnya keluar menemui para demonstran. Namun keterlambatan tersebut dinilai mahasiswa menjadi salah satu pemicu terjadinya kericuhan.

“Kami sudah taat aturan, tapi bupati seolah tidak butuh masukan langsung dari rakyat. Ironisnya, kalau kritik lewat media sosial, cepat sekali ditanggapi,” sindir Isro’ Mi’roj sebelum massa membubarkan diri.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menghindari massa aksi maupun membiarkan situasi memanas.

“Kami mohon maaf. Tidak ada niat membenturkan massa aksi dengan petugas. Mungkin karena menunggu terlalu lama, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dalam dialog singkat tersebut, Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas kritik dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, masukan dari masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, merupakan bagian penting dalam evaluasi dan perbaikan kebijakan pemerintah daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas saran, masukan, dan kritik yang disampaikan. Ini menjadi bahan evaluasi kami dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan strategis pembangunan Kabupaten Bangkalan ke depan,” katanya.

Ia menegaskan, sebagian besar tuntutan mahasiswa sejalan dengan prioritas pembangunan Pemkab Bangkalan, terutama di sektor infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi prioritas utama karena berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Terkait pemerataan pembangunan di sektor pendidikan, Lukman mengakui masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya melakukan peningkatan.

“Anggaran sebenarnya sudah tersedia, namun masih ada kendala administratif dan regulasi. Semua harus dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” pungkasnya.

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store