Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Deklarasi Bersama, Waktunya KNPI Bangkit dan Bersatu

IMG-20260115-WA0007
Rian Simanjuntak, salah seorang pengurus DPP KNPI .

Jurnalis:

Kabarbaru.co–Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa. Ia lahir di tengah dinamika sosial-politik Indonesia sebagai simbol persatuan dan semangat kebangsaan pemuda. Pada 23 Juli 1973, pemuda dari berbagai latar belakang—termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PMKRI, GMKI, dan PMII—bersepakat bersatu di bawah satu payung organisasi melalui Deklarasi Pemuda Indonesia. KNPI dibentuk untuk mewujudkan kesadaran sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta menjadi wadah berhimpun berbagai organisasi kepemudaan tanpa diskriminasi primordial.

Namun kini KNPI mengalami luka serius: terpecah belah, penuh dualisme, dan kehilangan arah. Konflik internal berkepanjangan bukan saja mencederai marwah organisasi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap peran pemuda sebagai motor perubahan. Padahal sejarah menunjukkan bahwa KNPI didirikan untuk menyatukan, bukan mengkotak-kotakkan.

Persatuan bukan sebuah pilihan lagi — ini adalah keharusan mutlak. Sejarah kelahiran KNPI dipanggil untuk menjadi pedoman: bagaimana awalnya pemuda dari berbagai identitas dan kepentingan berbeda rela mengorbankan ego sektoral demi persatuan yang lebih besar. Semangat itulah yang harus dibangkitkan kembali sekarang juga.

Pemerintah tidak boleh diam. Negara berkepentingan menjaga eksistensi organisasi pemuda yang menjadi penopang moral, sosial, dan politik generasi berikutnya. Intervensi konstruktif melalui fasilitasi penyatuan — bukan hanya supervisi administratif — adalah langkah strategis. Formasi Tim Kongres Bersama yang mengakomodasi seluruh faksi harus dibentuk segera, dengan mandat tunggal: menyelenggarakan satu kongres yang sah dan inklusif, yang menghasilkan kepemimpinan yang kredibel, legitim, dan diakui oleh semua pihak.

Siapa pun yang masih mempertahankan kepentingan sempit di atas semangat persatuan sesungguhnya sedang mengkhianati jiwa sejarah KNPI sendiri. Ini bukan sekadar konflik internal, tetapi pertempuran nilai tentang apa sifat sejati organisasi pemuda: apakah menjadi alat kepentingan sesaat atau menjadi mercusuar bagi persatuan bangsa?

Kelompok pendiri dan elemen sejarah KNPI, seperti Cipayung, akademisi, tokoh pemuda senior, dan seluruh OKP yang pernah menaruh harapan pada organisasi ini harus berani mengambil sikap tegas: dukung penyatuan total, tolak dualisme, dan raih kembali semangat historis yang pernah menyatukan generasi pemuda beragam dalam satu visi besar.

KNPI tidak boleh bubar di tangan generasi ini. Jika sejarah awalnya membuktikan bahwa persatuan pemuda mampu melampaui perbedaan ideologi, latar belakang, dan kepentingan, maka generasi hari ini pun harus mampu melampaui sengketa kecil demi cita besar: menyatukan pemuda Indonesia dan memulihkan wibawa KNPI sebagai rumah besar semua organisasi kepemudaan.(Rahmad)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store