Berita

 Network

 Partner

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store

Dari Kebun Sekolah ke Meja Festival, Karya Hijau Pelajar Purwakarta Mencuri Perhatian

IMG_20251230_175821
Festival gandrung mulasara TdBA 2025, unjuk karya produk ramah lingkungan pelajar Purwakarta.

Jurnalis:

Kabar Baru, Purwakarta – Hari kedua Festival Gandrung Mulasara Tatanen di Bale Atikan (TdBA) 2025 yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) jalan Purnawarman Kelurahan Sindangkasih Purwakarta, Selasa (30/12), menampilkan beragam produk makanan dan minuman ramah lingkungan hasil karya peserta didik dari berbagai sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dede Supendi, mengatakan festival ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum muatan lokal TdBA yang menekankan penguatan pendidikan karakter dan kesadaran ekologis.

“Pada hari pertama kegiatan diisi workshop dan seminar, sedangkan hari kedua difokuskan pada festival makanan dan minuman sebagai ruang ekspresi dan kurasi produk hasil pembelajaran TdBA,” ujar Dede Supendi.

Ia menjelaskan, produk yang ditampilkan di tingkat kabupaten merupakan hasil kurasi terbaik dari masing-masing kecamatan. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang mengingat jumlah sekolah di Kabupaten Purwakarta mencapai ratusan.

“Gandrung Mulasara bermakna merawat dan melestarikan lingkungan. Melalui TdBA, anak-anak belajar dari proses menanam, merawat, hingga mengolah dan menyajikan hasilnya. Dari sana tumbuh nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kreativitas, dan kewirausahaan,” jelasnya.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung berasal dari SDN 3 Ciseureuh, yakni minuman segar berbahan alami dari kebun sekolah dengan nama Fresco Botani, berbahan tebu dan jeruk nipis tanpa bahan kimia.

Guru Pembimbing SDN 3 Ciseureuh, Emi Suhaemi, mengatakan produk tersebut dibuat langsung oleh peserta didik dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekolah.

“Fresco Botani merupakan minuman segar dari tebu dan jeruk nipis yang ditanam dan dirawat sendiri oleh anak-anak. Proses ini mengajarkan mereka hidup sehat, cinta lingkungan, dan kerja sama,” katanya.

Dede Supendi menambahkan, setiap sekolah di Purwakarta memiliki produk unggulan masing-masing sesuai potensi wilayahnya. Produk terbaik hasil kurasi akan mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.

Festival Gandrung Mulasara TdBA 2025 diharapkan mampu memperkuat karakter peserta didik serta menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini. (*)

Kabarbaru Network

About Our Kabarbaru.co

Kabarbaru.co menyajikan berita aktual dan inspiratif dari sudut pandang berbaik sangka serta terverifikasi dari sumber yang tepat.

Follow Kabarbaru

Get it on Google play store
Download on the Apple app store